Jembatan rapuh dan banyak tambalan di atas Sungai Citarum, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi saksi bisu perjuangan warga Desa Pantai Sederhana dan Desa Pantai Mekar. Anak-anak pergi sekolah, mengaji, dan bermain di badan jembatan berusia hampir 10 tahun tersebut. Masyarakat juga melewati jembatan tersebut untuk menyambung hidup setiap hari.
Di bawah jembatan, perahu nelayan dan alat tangkapnya bersandar menunggu penggunanya kembali melaut. Terik matahari yang memanggang, tak jadi soal bagi jembatan dari bambu dan aneka kayu tersebut menyelesaikan tugasnya. Tubuh jembatan yang melengkung dan sedikit curam di ujungnya wajib dilalui dengan hati-hati, jika tak ingin terpeleset dan kecebur.
![]() |
Kendati begitu, masyarakat dua desa tersebut tak punya pilihan. Jembatan yang hampir rubuh dan butuh peremajaan tersebut adalah satu-satunya akses menuju sekolah, puskesmas, dan tempat pelelangan ikan. Menurut Taryono selaku ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mina Baronang, jembatan dibangun atas inisiatif warga setempat.
“Kalau sampai nggak dibenerin dan akhirnya rubuh, mau gimana lagi? Anak-anak bisa pake styrofoam yang dirakit dan dibungkus jaring buat nyebrang. Tapi dulu pernah kejadian istri saya kecebur,” kata Taryono pada tim berbuatbaik.id.
Jembatan selebar 2 meter dan tinggi 4 meter dari muka air tersebut, sebetulnya sudah rutin diremajakan warga sekitar tiap dua tahun. Warga menggunakan dana dan bahan seadanya, agar jembatan bisa tetap digunakan setiap hari. Hasilnya jembatan benar-benar terlihat seadanya, rapuh, bisa rubuh setiap saat, meski bisa dilintasi masyarakat.
Sahabat Baik, jembatan ini terus berjuang menghantarkan harapan warga Muara Gembong pada masa depan yang lebih baik di tengah riak air Kali Citarum. Jembatan dan warga sekitar menunggu kepedulian kita untuk membangun jembatan yang lebih kokoh, layak, dan aman dilewati tanpa perlu khawatir jatuh, rubuh, atau terpeleset.
Yuk, kita bantu warga Desa Pantai Sederhana dan Desa Pantai Mekar agar tak kehilangan akses yang sangat fatal bagi kehidupan mereka. Jembatan ini tak hanya menghubungkan jembatan, tapi juga asa menuju masa depan anak dan keluarga mereka. Bantuan dari kita semua di berbuatbaik.id 100% tersalurkan bagi penerima manfaat.
Sebuah jembatan telah terbentang untuk warga Desa Pantai Sederhana dan Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang ingin menyeberang. Tentunya jembatan bisa diakses warga desa lain yang harus ke sekolah, puskesmas, atau tempat pelelangan ikan.
"Terima kasih pada Sonam Grup dan berbuatbaik.id hingga jembatan bisa dibangun. Sekarang kami tak perlu khawatir jembatan runtuh seketika saat anak-anak atau orang tua menyeberang," kata Amin Syaefudin, relawan berbuatbaik.id sekaligus penanggung jawab pembangunan jembatan.
![]() |
Dengan total donasi Rp 87 juta yang langsung disalurkan pada penerima donasi, warga Kampung Poncol dan Pulo Buaya gotong royong membangun jembatan. Warga memilih bahan utama besi dan kayu agar jembatan kuat serta mudah dibangun seluruh warga. Besi untuk pondasi dan struktur, sementara kayu adalah bahan pijakan serta pegangan
Jembatan kampung ini dibangun dengan panjang 50 m, lebar 2 m, tinggi 6 m, dan total waktu pengerjaan kurang lebih dua minggu. Amin mengatakan jembatan resmi digunakan pada Sabtu (1/8/2026) dan disambut positif warga setempat. Saat ini, masyarakat bisa melalui jembatan tiap saat.
Warga harus mematuhi aturan penggunaan jembatan untuk menjamin kualitas dan umur pakai. Jembatan tersebut paling banyak dilalui 3 orang dan 1 motor secara bergantian. Dengan kapasitas tersebut, warga tak perlu khawatir jembatannya lekas runtuh atau perlu perbaikan segera.
![]() |
Selain Sonam Grup, Sahabat Baik ikut menunjukkan kepeduliannya pada penyediaan akses fasilitas umum. Donasi sebesar Rp 5,3 juta lewat berbuatbaik.id digunakan untuk membangun sarana penerangan dan elemen lain pada jembatan, sehingga warga tak kesulitan melaluinya.
Sahabat Baik dan para donatur, kepedulian kita bersama telah membawa dampak nyata. Anak sekolah dan warga lain saat ini bisa melewati jembatan tanpa perlu khawatir. Mari sebarkan terus kepedulian dan semangat berbagi lewat situs berbaik.id yang 100% tersalurkan.