Kembali

Bocah Ini Selalu Murung dan Dikucilkan Sebab Berkelamin Ganda

Rp 64.998.000
64.998% Complete
Terkumpul dari Rp 100.000.000,-
Donasi Sekarang
Donasi Sekarang

Pasangan Suami-istri Iyan Kustian (46) dan Ida Rosidah (37), warga Desa Kertamukti Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat termenung penuh kebingungan dengan nasib anak bungsunya, Aimar. Pasalnya bocah berusia 5 tahun ini berkelamin ganda.

Air mata pun kerap mengalir ketika keduanya melihat sang anak, apalagi operasi yang kabarnya akan ditanggung pemerintah tak kunjung terlaksana. Bahkan sudah dua tahun berlalu, tak ada kabar kepastian kapan anaknya akan menjalani operasi.

Iyan Kustian, menjelaskan kelamin ganda pada anaknya sudah diketahui sejak lahir. Namun keterbatasan biaya membuatnya harus menunda penanganan medis.

"Dari pihak dokter yang menangani anak saya, bilangnya ada kelainan. Condongnya ke laki-laki, namun alat vitalnya tidak muncul dan lebih seperti kelamin perempuan. Katanya harus operasi, tapi biayanya besar, saya yang hanya kerja serabutan darimana biayanya," ucap dia, Jumat (29/10/2021).

Pada 2019 lalu, anaknya menjalani operasi pertama dengan tujuan untuk menurunkan testis yang posisinya terlalu berada di dalam.

Iyan mengatakan anaknya diharuskan menjalani operasi kedua agar kelaminnya bisa berfungsi dengan normal. Tetapi untuk bisa operasi, harus dilakukan test kromosom. Biaya tes kromosom yang mencapai Rp 2 juta pun sempat membuatnya bingung, lantaran penghasilannya yang minim.

"Alhamdulillah setelah pinjam ke sana kemari, dan ada juga bantuan dari donatur bisa dilakukan tes kromosom sebagai dasar agar anak saya bisa menjalani operasi kedua," kata dia.

Menurutnya biaya operasi yang mencapai Rp 40 juta hingga Rp 60 juta untuk sekali operasi membuatnya bingung. Terlebih tak ada harta dan benda lagi yang bisa Ia jual untuk biaya pengobatan anaknya.

"Kalau saya punya rumah, pasti saya juga jual rumah untuk biaya operasi secara mandiri. Demi anak saya akan lalukan semuanya. Tapi kan saya juga tinggal di rumah keluarga, makanya saya bingung, sedangkan nunggu kepastian juga tidak ada kabar terus. Sedangkan anak saya semakin dewasa, mau sekolah, dan sekarang kerap jadi bahan cemooh temannya, sedih kah hati saya," tuturnya seraya berlinang air mata.

Dia berharap ada dermawan yang membantu operasi anaknya, agar anak bungsunya bisa hidup dengan normal. "Saya berharap kepada siapapun yang bisa membantu anak saya. Tolong anak saya yang masih harus menjalani operasi," imbuhnya.

Para #sahabatbaik pun bisa bersama-sama membuat adik Aimar tersenyum bahagia melalui #berbuatbaik. Caranya dimulai dengan klik tombol Donasi

Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan.

Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!