Berbagi Kabar & Kegiatan > detail

Beri Kebaikan, Lestarikan Orang Utan

Beri Kebaikan, Lestarikan Orang Utan
Sahabat Baik tahu gak sih hewan eksotis asli Indonesia yang menjadi ikon Pulau Borneo ini masuk ke dalam status terancam punah.

Sahabat Baik, udah pada nonton Petualangan Sherina 2, belum? Melalui film layar lebar tersebut, Sherina and Sadam menggalakkan gerakan peduli orang utan loh! Dalam film tersebut diceritakan perjuangan dua sahabat ini dalam penyelamatan Sayu, si bayi orang utan asal Kalimantan.

Bicara tentang orang utan, Sahabat Baik tahu gak sih hewan eksotis asli Indonesia yang menjadi ikon Pulau Borneo ini masuk ke dalam status terancam punah. Di Indonesia, ada tiga spesies orang utan yang tersebar di penjuru negeri yaitu orang utan Sumatera (Pongo abelii), orang utan Kalimantan (Pongo Pygmaeus), dan orang utan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).

Foto:ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN

Disebut sebagai spesies umbrella, kehadiran orang utan menjadi pelindung bagi ekosistem hutan tropis yang ditinggali oleh mereka dan juga ribuan spesies lain di dalamnya. orang utan menjadi “pelindung” yang “memayungi” keberlangsungan hidup spesies lain dan lingkungan di sekitarnya.

Pakar orang utan Universitas Indonesia Rondang Siregar (3/7/2019) menyebut populasi orang utan hanya tersisa sekitar 35.000-55.000. Bahkan orang utan Kalimantan kini keparahannya sama dengan Sumatera yang sudah masuk dalam kategori kritis.

Seperti yang diketahui, ada beberapa kejadian yang mengiris hati yang membuat angka populasi orang utan terus menurun, berikut di antaranya.

Karhutla buat Orang utan Harus Dievakuasi

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng) yang membuat sejumlah orang utan harus dievakuasi. Kebakaran hutan juga membuat sejumlah ular mati terpanggang api. BKSDA melakukan rescue atau penyelamatan tiga orang utan (Pongo pygmaeus) di Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, dini hari. Perlu dua jam bagi petugas untuk melumpuhkan dan mengevakuasi orang utan jantan seberat 90 kg berusia 25 tahun tersebut.

Foto:Ulet Ifansasti/Getty Images

Orang Utan Kurus Kering Akibat Kelaparan

Di provinsi Kalimantan Timur, sempat viral video orang utan yang menyeberangi jalanan sepi bermaterial tanah di kawasan tambang dalam kondisi kurus kering.

"Orang utan ini terusir dari habitatnya, kuat kemungkinan habitatnya dirusak oleh pemerintah sendiri dengan memberikan izin kepada pengusaha tambang dan perkebunan, atau konsesi akasia," kata Muhammad Habibi, Direktur Save Our Borneo kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/9).

Foto:Video orang utan dewasa dalam kondisi kurus yang berjalan bersama anaknya menjadi sorotan dan menarik simpati pengguna media sosial (medsos). (Tangkapan layar video viral)

Habitat Asli Rusak, Orang Utan Makan Pohon Karet

Kasus lainnya di tahun 2021, di Kalimantan Tengah, tepatnya Kabupaten Kotawaringin Timur pernah melakukan proses evakuasi 3 ekor orang utan yang kelaparan hingga ada yang terluka akibat senjata tajam. Akibat dari rusaknya habitat aslinya, para orang utan ini mencari makan dengan memakan pohon karet. Petugas penyelamatan harus mengobati luka di bagian kepala orang utan tersebut dan menjahitnya sebanyak sembilan jahitan.

Dianggap Hama

Di perkebunan sawit ataupun pertambangan, orang utan memang sering kali dianiaya bahkan dibunuh karena dianggap hama. CEO Borneo orang utan Survival Foundation (BOSF) Dr Jamartin Sihite mengatakan masalah utama pembunuhan orang utan bukan sawit, namun konversi lahan menjadi perkebunan, termasuk sawit. Lantas karena hutan hilang, sumber makanan orang utan juga hilang hingga akhirnya 'nyasar' ke perkebunan dan dianggap hama.

"Artinya konversi lahan kita penggunaan lahan untuk kegiatan lain, itu tinggi sekali. Kalau di satu tempat itu udah dikasih tahu kalau orang utan itu hama kepada karyawannya, lalu di lahan itu ada orang utan, apa yang akan dilakukan? Pasti dibunuhi," tambah Jamartin saat berbincang dengan tim detikcom.

Foto:Getty Images/Dimas Ardian

Kenyataan bagi orang utan sungguh menyedihkan terlepas dari perannya yang luar biasa sebagai ‘payung’ bagi lingkungan dan ekosistem hutan tropis di Indonesia. Padahal mereka hanya mencari makan dan bertahan hidup. Setelah rumah, pohon, sumber makannya dirampas secara paksa oleh manusia, mereka masih dianggap hama hingga disiksa dan dibunuh.

Sahabat Baik, yuk kita sama-sama bantu untuk melindungi dan melestarikan habitat orang utan di Indonesia. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai hewan primata semata tetapi mereka juga menjadi pelindung hutan tropis kita sekaligus ikon kebanggaan atas keragaman hayati di Indonesia.

Oleh karena itu, yuk sahabat baik terus berbuatbaik untuk orang utan. Kamu bisa mulai ikut serta dalam gerakan #Saveorangutan ini. Stop pembakaran hutan dan mari kita sama-sama cegah kepunahan orang utan di Indonesia. 

Jika kamu ingin memberikan kebaikan juga untuk orang-orang yang membutuhkan, bisa banget loh memilih berbuatbaik.id sebagai platform donasi andalanmu. Istimewanya, donasi di berbuatbaik.id 100% tersalurkan.