Berbagi Kabar & Kegiatan > detail

Susah Payah Hidup Terjerat Judi Online

Susah Payah Hidup Terjerat Judi Online
Tidak hanya merenggut akal sehat, mental, sosial, karakter seseorang, judi online juga dapat menjadi pemicu utama tindak kriminal

Seiring berkembangnya zaman, kemajuan teknologi telah merambah ke berbagai aspek kehidupan. Sayangnya, teknologi yang seharusnya mempermudah pekerjaan dan mencerdaskan bangsa malah disalahgunakan hingga menjadi bumerang yang mempersulit hidup.

Salah satu racun teknologi terbesar di generasi ini adalah judi online. Tidak hanya merenggut akal sehat, mental, sosial, karakter seseorang, judi online juga dapat menjadi pemicu utama tindak kriminal hingga merenggut nyawa. Berikut ulasan jerat mengerikan dari judi online dikutip dari berbagai sumber.

Sebaran Judi Online

Data dari Menkominfo dari tahun 2018 hingga 6 September 2023, Kominfo telah melakukan pemutusan akses situs dan take down terhadap 938.106 konten judi online.

Namun sebarannya yang masif dan sulit terdeteksi masih tetap merajalela. Menurut data PPATK, kini perputaran judi online hingga 50x lipat dari tahun 2017 yang menunjukkan daya rusaknya telah merebak di masyarakat.

Foto:CNN Indonesia/Adi Ibrahim

Modus penyebaran konten judi online yang marak akhir-akhir ini adalah melalui SMS-blast dan WA-blast. Beberapa situs ditengarai berasal dari luar negeri yang sering kali memperlicin gerak aktivitas ilegal ini.

Namun pihak pemerintah juga tidak tinggal diam. Dalam Siaran Pers No. 153/HM/KOMINFO/07/2023, pemerintah berkomitmen untuk terus mematikan pergerakan aktivitas terlarang ini. Kamu juga bisa membantu upaya pemberantasan ini dengan melapor pergerakan ilegal judi online lho! Laporan dari masyarakat mendukung penumpasan judi online di Indonesia.

Dampak Judi Online

Judi online sering dijadikan pelarian dari masalah pribadi yang akhirnya malah menjatuhkannya ke lingkaran setan yang berulang-ulang. Seseorang yang sudah terkena jerat judi online akan kehilangan kemampuan untuk mengontrol diri.

Perlahan, judi online akan merenggut segalanya. Dalam beberapa kasus ekstrem, judi online menjadi alasan dari banyak tindak kriminal seperti kekerasan, perampokan, pencurian, hingga pembunuhan. Beberapa contoh kasus:

Anak (AH, 41) bunuh ibu karena menolak dimintai uang untuk judi online di Morowali, Sulteng. AH menutup wajah ibunya dengan selimut pada saat korban sedang tidur. Kepada polisi, AH mengaku ia melakukannya untuk menguasai perhiasan ibunya yang akan dijual sebagai modal bermain judi online.

Seorang Bripda membunuh sopir taksi di Depok untuk tutupi uang kakaknya yang ia habiskan untuk judi online. Uang 90 juta milik sang kakak yang seharusnya dipergunakan untuk uang muka membeli mobil malah dihabiskan untuk bermain slot judi online. Ketika kakaknya ingin mengambil uang tersebut, dia kehilangan akal hingga akhirnya memutuskan mencuri mobil dari sopir yang dia bunuh.

Nanda Efreyedi (21), seorang pembunuh sadis yang menjadi begal demi menguasai harta korban untuk berjudi online. Sebelumnya Nanda juga pernah ditangkap karena kasus kekerasan dan pencurian. Nanda pernah menjadi buronan karena membunuh seorang gadis secara brutal. Dia menikam korbannya puluhan kali tanpa ampun. Nanda akhirnya ditangkap ketika ia sedang bermain judi online di sebuah warnet di Palembang.

Sahabat baik, mari kita putus mata rantai dari jerat judi online yang perlahan merenggut masa depan generasi kita. Daripada buang uang untuk tipuan semu, lebih baik gunakan sumber daya yang kamu miliki untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Salah satunya dengan berdonasi di Berbuatbaik.id. Dengan berdonasi, kamu secara tidak langsung ikut ambil bagian menjadi agen perubahan untuk mereka yang kurang beruntung di luar sana, lho. Donasi yang kamu berikan bahkan bisa menjadi jalan keberkahan hidup. Tenang, donasi dari kamu pasti 100% tersalurkan. Yuk, mulai berbuat baik mulai sekarang juga!