Rumah singgah, mungkin terlihat tak lebih dari tempat sementara bagi mereka yang dalam perjalanan. Namun berbeda halnya dengan Rumah Singgah Yayasan Kita Peduli di Solo, Jawa Tengah, bagi para penyintas kanker. Tempat ini adalah harapan bagi mereka yang sedang meniti jalan menuju sembuh.
Di sini, pasien dari seluruh Indonesia istirahat sebelum melanjutkan terapinya. Tak heran jika kebutuhan panti begitu banyak dan terus bertambah setiap hari. Pendiri rumah singgah sekaligus penyintas kanker kandung kemih Gerry Prayudi mengatakan, rumah singgah perlu Rp 25 per bulan untuk memenuhi kebutuhan pasien.
![]() |
Kondisi Rumah Singgah Yayasan Kita Peduli mengundang empati Sahabat Baik lewat donasi di berbuatbaik.id. Total donasi Rp 10 juta bisa sedikit meringankan beban pengelola dan memperpanjang napas para pasien. Dana tersebut digunakan untuk melunasi tagihan listrik Juli-Oktober 2026 serta persediaan kebutuhan per hari.
Saat ini Rumah Singgah Yayasan Kita Peduli punya 12 kamar yang menjadi tempat bernaung pasien dan pendampingnya. Para pasien tak perlu bayar selama menjalani pengobatan di rumah sakit dan menjadi penghuni rumah singgah. Selain kebutuhan sehari-hari yang terpenuhi, rumah singgah punya ambulans yang siap mengantar pasien setiap saat.
Ke depannya, Rumah Singgah Yayasan Kita Peduli berencana mengaktifkan media sosial untuk memperoleh lebih banyak donasi. Seperti yang Sahabat Baik lakukan di berbuatbaik.id, donasi akan disalurkan 100% untuk penyintas kanker dan kebutuhannya selama di rumah singgah. Yuk gaes, jangan lupa berdonasi demi kebaikan kita bersama.
Warga Desa Kadujajar, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten akhirnya bisa tersenyum bahagia. Air bersih yang selama ini dinanti-nanti sudah bisa diakses 24 jam, sehingga warga tak lagi khawatir kekeringan.
Sumur tersebut berada di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Hikmah, namun bisa diakses warga setiap saat. Nantinya warga Kadujajar tak perlu lagi jalan puluhan kilometer demi sedikit air bersih, yang tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
"Alhamdulillah sekarang sudah ada sumur bor, dulu sumur gali. Terima kasih untuk donatur yang sudah membantu," ujar Kyai Sanen, pendiri dan pengelola pondok pesantren Nurul Hikmah.
![]() |
Pesantren nantinya ikut mengelola dan menjaga sumur sekaligus fungsi mesin, termasuk pembayaran iuran listrik. Dengan pengelolaan yang baik, kinerja sumur dan mesin air bisa terjaga dalam waktu lama. Hasilnya, air bersih bisa selalu tersedia untuk kepentingan warga.
Sahabat Baik, terima kasih atas kepeduliannya pada kebutuhan air bersih warga Kadujajar. Donasi kita bersama telah membantu kehidupan warga jadi lebih sehat dan mudah. Mari terus membantu sesama lewat berbuatbaik.id yang 100% tersalurkan, agar lebih banyak warga yang terdampak.
Kanker kandung kemih progresif memang telah menggerogoti fisik, mental, dan menghambat tumbuh kembang Ayra Shirly Heryanto. Namun di usia yang baru 5 tahun, Ayra menunjukkan tekad kuat melawan kanker, dengan mengikuti semua tindakan medis sesuai saran dokter.
Kisah Ayra mengetuk hati Sahabat Baik yang ingin membersamai perjuangan Ayra. Simpati terkumpul dalam bentuk donasi sebesar Rp 10 juta yang disalurkan 100% pada Ayra. Rasa syukur serta terima kasih pada Sahabat Baik membuncah di hati Ayra dan ibunya, Ernawati.
"Dengan bantuan dari semua, pengobatan Ayra lancar dan kebutuhannya terpenuhi. Kami harap tim berbuatbaik.id selalu diberi kesehatan dan kemudahan. Ayra mau beli stroller karena sekarang nggak bisa jalan," kata Ernawati pada tim berbuatbaik.id.
![]() |
Beberapa kebutuhan habis pakai yang dibeli untuk pengobatan Ayra adalah popok sekali pakai, susu, tissue, selang kateter, dan urine bag. Donasi tersebut juga digunakan untuk membeli stroller, agar pergerakan Ayra saat berobat atau menjalani keseharian jadi lebih mudah.
Sahabat Baik, betapa besarnya dampak kepedulian kita pada Ayra dan perlawanannya pada kanker. Dampak sama bisa dirasakan semua pihak yang sedang memerlukan bantuan. Mari bersama membantu mereka melalui donasi di berbuatbaik.id, 100% tersalurkan tanpa potongan.