Ponpes Jamhariyah di Kabupaten Sleman menjadi ruang belajar bagi 33 santri tunarungu dan tunawicara untuk mendalami agama dan menghafal Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat. Pesantren yang berdiri sejak 2019 ini menerima santri dari berbagai daerah, termasuk mereka yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Perjalanan para santri tentu tidak selalu mudah. Di tengah semangat mereka untuk menuntut ilmu, Ponpes Jamhariyah masih berjuang memenuhi kebutuhan dan menyediakan tempat belajar yang nyaman. Namun, keterbatasan yang ada tak memadamkan langkah mereka untuk terus menghafal ayat demi ayat dan menjaga impian menjadi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
Berkat donasi sebesar Rp 7.605.500, Ponpes Jamhariyah dapat memenuhi kebutuhan pokok seperti beras, minyak, gula, teh, dan bumbu masak, serta perlengkapan belajar dan kebersihan yang digunakan sehari-hari. Meski kondisi pesantren masih seperti sebelumnya, pihak pengelola juga memiliki rencana untuk menambah ruangan agar kebutuhan dan aktivitas para santri dapat semakin terakomodasi.
![]() |
“Semoga Allah membalas kebaikan para donatur semuanya, apa yang menjadi hajat dimudahkan Allah, dan semoga menjadi amal jariyah untuk para donatur semua,” ungkap pengelola Ponpes Jamhariyah Randy Pranarelza kepada tim berbuatbaik.id.
Sahabat Baik, terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan para santri Ponpes Jamhariyah. Mari terus tebarkan manfaat untuk mereka yang membutuhkan dan temukan kabar lainnya melalui website dan media sosial berbuatbaik.id.
Kakek Rasan, awalnya, hanya bisa berdiam diri di atas tikar tipis akibat saraf kejepit. Awalnya, kakek merasa kesemutan dan ngilu pada kaki hingga pinggang, yang berujung kaku di tubuh bagian bawah. Dengan kondisi ini Kakek Rasan bergantung pada anak-anaknya yang bekerja di ladang.
Kondisi Kakek Rasan dan keluarga perlahan membaik, seiring dengan kasih yang ditunjukkan Sahabat Baik di berbuatbaik.id. Berkat Sahabat Baik, terkumpul donasi Rp 5 juta untuk membantu proses pemuligan Kakek Rasan. Dengan bantuan donasi tersebut Kakek Rasan merasa sangat bersyukur.
"Terima kasih sahabat baik, semoga rezekinya dilancarkan. Doakan tetap sehat ya," ucap Kakek Rasan sambil menangis saat dikunjungi tim berbuatbaik.id.
![]() |
Donasi dari Sahabat Baik digunakan Nenek Wasikem, istri Kakek Rasan, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Termasuk untuk membeli popok sekali pakai dan alat bantu jalan Kakek Rasan. Walker standar ini memungkinkan Kakek Rasan latihan jalan atau sesekali duduk di teras saat pagi dan sore hari.
Kini, kondisi Kakek Rasan sudah mulai membaik. Berkat ketulusan dari Sahabat Baik Kakek Rasan yang sebelumnya hampir menyerah kini kembali memiliki harapan melangkah kembali. Kaki Kakek Rasan dan tubuhnya mungkin memang sudah tidak sekuat dulu, namun tetap ada kemauan untuk hidup berkat kepedulian Sahabat Baik.
Sahabat Baik, terima kasih atas kebaikan dan kasih untuk Kakek Rasan. Jangan lupa untuk selalu update info terbaru dari kami terkait donasi, info penyaluran, dan buah kebaikan di situs atau media sosial berbuatbaik.id. Tak perlu ragu menyalurkan kepedulianmu di berbuatbaik.id, karena donasimu 100% tersalurkan.
Nenek Anah adalah satu dari banyak penerima donasi di berbuatbaik.id yang membuktikan besarnya peran Sahabat Baik. Donasi Rp 7 jutaan digunakan Nenek Anah dan keluarga untuk memenuhi kebutuhan setiap hari.
"Alhamdulillah, buat keperluan sehari-hari. Sekarang udah habis. Sudah satu tahun dari waktu dikasih," kata Nenek Anah pada tim berbuatbaik.id saat berkunjung di kediamannya kawasan Kampung Tambora, Jakarta Barat.
![]() |
Rumah Nenek Anah di Jalan Sawah Lio 4 berada di kawasan padat penduduk. Nenek Anah tinggal bersama suami dan lima anaknya dalam rumah yang tidak terlalu luas. Nenek Anah berbagi kamar dan ruang lain untuk keperluah sehari-hari.
Nenek Anah yang kini berusia 64 tahun, kini tak lagi bekerja sebagai pembuang benang produk konveksi. Usia yang makin tua mengakibatkan penglihatan Nenek Anah tak lagi setajam dulu. Fisik Nenek Anah juga makin lemah dan mudah pegal jika harus duduk lama.
![]() |
Dengan semua kondisinya, Nenek Anah tetap positif menjalani hidup. Sambil membersihkan rumah, ngobrol dengan tetangga, dan menunggu pembeli di warung kopi milik anaknya, Nenek Anah melewati hari-harinya dengan penuh semangat hidup.
Sahabat Baik, terima kasih atas kepeduliannya pada Nenek Anah. Seperti Nenek Anah, masih banyak orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan bantuan. Jangan lupa update info dan berdonasi di situs atau media sosial berbuatbaik.id. Tak perlu khawatir, karena donasimu 100% tersalurkan.