Kakek Sarono, sosok tuna netra 67 tahun ini mungkin mengalami keterbatasan. Namun tidak dengan keluasan hati menghadapi berbagai cobaan dalam hidup. Sabar dan ikhlas terus menyertai jejak langkahnya menghidupi ratusan anak yatim piatu.
Usaha Kakek Sarono disambut manis para Sahabat Baik di berbuatbaik.id. Dengan total donasi Rp 19.913.527, Kakek Sarono bisa terus menolong ratusan anak yatim piatu dan mencukupi kebutuhan dirinya.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih atas bantuannya dari para Sahabat Baik. Semoga bermanfaat untuk anak-anak kami untuk pendidikan dan para kaum dhuafa. Semoga dibalas dengan rezeki barokah dan halalan tayiban," kata Kakek Sarono kepada tim berbuatbaik.id yang menjumpainya di kawasan Cipinang, Jakarta Timur.
![]() |
Dengan total dana tersebut, sebanyak Rp 5 juta diberikan pada anak yatim piatu di Cipinang Jaya. Anak-anak yatim piatu di Jatiwaringin juga kebagian Rp 5 juta. Sisa dana digunakan untuk keperluan sehari-hari dan persiapan anak-anak di bulan Ramadhan.
Rasa syukur karena berkah yang diterima para yatim piatu terus membersamai Kakek Sarono, meski tidak demikian dengan kesehatannya. Dia sempat operasi hernia pada November 2024.
Belum lama berselang, kakek yang sempat jadi pemecah batu, berjualan pisang, dan telur asin demi mencukupi kebutuhan hidup ini ternyata mengalami usus buntu. Kakek Sarono juga harus mendapati dirinya sakit batu empedu.
“Ini mau dioperasi lagi. Tapi saya tanya, bisa nggak berobat jalan aja? Alhamdulillah nyeri rada hilang, mudah-mudahan beneran hilang. Ngabisin obat ini dulu baru kontrol lagi ke dokter rumah sakit," kata Kakek Sarono.
Di tengah semua cobaan hidupnya, sang istri yang setia menemani meninggal dunia. Nenek Sriningsih berpulang setelah mengalami diabetes. Sebelumnya, pasangan ini aktif menebarkan kebaikan pada anak yatim piatu.
Sendirian mengarungi hidup, Kakek Sarono bertekad terus mengasuh dan mengajar Al-Qur'an pada anak- anak. Mengambil peran sebagai orang tua, Kakak Surono berharap kasih sayang dan rezeki untuk anak yatim piatu terus mengalir. Apalagi kini dia telah meluaskan manfaat ilmu sampai ke Jatiwatringin, Bekasi.
![]() |
Cerita Kakek Sarono dan aksi Sahabat Baik mengingatkan pentingnya lapang dada, tidak mengeluh, dan selalu bersyukur. Usaha dan doa yang disertai jujur, iman, dan tawakal pada akhirnya akan berbuah baik. Apalagi bila penerima rezeki adalah pribadi amanah yang selalu berbuat baik.
Pintu kebaikan masih terbuka lebar bagi para Sahabat Baik yang ingin berdonasi di berbuatbaik.id. Semua donasi 100% sampai di tangan penerima tanpa potongan. Sahabat Baik juga bisa mengupdate program sosial kami di situs dan media sosial berbuatbaik.id.
Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang juga.