Sungguh berani bertaruh nyawa, warga Desa Watu, Kabupaten Sopeng, Sulawesi Selatan. Betapa tidak, mereka bergantung pada sebuah rakitan yang rapuh, terbuat dari rakitan bambu yang rentan hanyut oleh arus sungai. Jalan yang sulit ini rela mereka tempuh karena hanya di desa seberang lah mata pencaharian berada.
Rakitan bambu ini dipergunakan warga untuk bolak balik dari dan ke Desa Watu, Desa Mario Riaja dan Mario Ritenga. Berdiri di atasnya yang ditarik dengan seutas tali, rasanya seperti berada di tepi jurang, khawatir setiap bambu bisa patah. Apalagi rakitan yang begitu rapuh ini hanya muat lima orang. Ini membuatnya semakin berisiko jika terlalu banyak orang melewatinya.
![]() |
“Mau bagaimana lagi, kalau memutar jalan lain, alternatif lain warga harus melingkar sejauh 30km, tentu sangat memakan waktu dan tenaga,” kata Hendra, warga desa Watu, kepada berbuatbaik.id.
Hendra mengaku bahwa warga sudah berkali-kali membuat rakitan bambu untuk sungai selebar 100 m ini tapi sering kali hanyut saat hujan deras. Bahkan beberapa tahun yang lalu warga harus mengandalkan ban dalam untuk menyeberangi sungai. Akibatnya, ada warga yang terbawa arus dan ditemukan dalam keadaan meninggal dan telah membusuk beberapa hari kemudian di kabupaten lain.
Menurut keterangan Hendra, desa telah meminta bantuan kepada pemerintah setempat untuk memperbaiki jembatan tersebut, tapi sampai sekarang belum ada tindakan yang diambil. Selain itu, belum ada donasi lain yang masuk untuk membantu pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan ini.
“Sudah 40 tahun kita seperti ini, belum ada pergerakan dari pemerintah kabupaten maupun pusat. Jembatan ini sangat penting bagi kami karena potensi pendapatan di desa sebelah lebih tinggi. Selain itu juga akan mengurangi materi untuk ke desa seberang jika harus lewat jalan raya,” ungkap Hendra.
![]() |
Oleh karena itu, Warga Desa Watu berharap #sahabatbaik mau membantu membuat jembatan agar ke depannya para pejuang nafkah di desa ini bisa bekerja tanpa khawatir.
Kabar baiknya, kita bisa bersama-sama mengulurkan tangan untuk membantu warga Desa Watu membangun jembatan mereka melalui #berbuatbaik. Caranya dimulai dengan klik tombol Donasi Sekarang. Semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke Warga Desa Watu 100% tanpa ada potongan.
Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!
Warga Desa Watu, Kabupaten Sopeng, Sulawesi Selatan, kini tak lagi harus bertaruh nyawa. Sebuah jembatan gantung telah terbentang menghubungkan wilayah tersebut dengan Desa Mario Riaja dan Desa Mario Ritenga. Penduduk desa bisa melaluinya kapan saja untuk berbagai keperluan.
Berkat kepedulian Sahabat Baik, terkumpul donasi sebesar Rp 26.875.309 untuk pembangunan jembatan yang dilakukan bersama Vertical Rescue Indonesia (VRI). Berbagai elemen masyarakat juga turut terlibat, sehingga jembatan bisa selesai dalam waktu kurang lebih 21 hari.
"Masyarakat diikutsertakan dalam proses pembangunan, sehingga tahu prosesnya dan cara merawat jembatan. Setelah pembangunan, kami meninggalkan beberapa alat sehingga masyarakat bisa merawatnya sendiri secara swadaya," ujar Tedi Ixdiana, pendiri dan Komandan Vertical Rescue Indonesia (VRI).
![]() |
Masyarakat sangat berterima kasih atas jembatan yang dibangun atas kerja sama berbuatbaik.id, VRI, dan berbagai lembaga nonprofit. Dengan jembatan ini, masyarakat tak perlu lagi memutar hingga 30 km lewat jalan alternatif. Masyarakat juga tak perlu bergantung pada rakit yang bisa hanyut saat hujan deras.
Sahabat Baik, terima kasih atas kepeduliannya pada akses fasilitas umum di Desa Watu, Kabupaten Sopeng. Uluran kasih dan kepedulian kita bersama masih sangat dinantikan pihak yang membutuhkan di berbuatbaik.id. Pastikan bantuanmu 100% tersalurkan lewat laporan dan konten di website serta medsos berbuatbaik.id.