Alrijk Putra, biasa disapa Putra, menyambut hangat tim berbuatbaik.id (BB) saat berkunjung ke rumahnya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebuah pelukan, senyuman, serta suara-suara bernuansa riang keluar dari mulutnya.
Di usia 6 tahun, dunia Putra seolah penuh warna dan pelangi yang membuatnya terus ceria. Sebegitu menariknya hingga Putra seperti terperangkap tidak bisa keluar. Sepanjang hari Putra bermain sendiri, meski masih menanggapi sentuhan kakak dan orang tuanya.
"Putra ini autis kak dan epilepsi yang didiagosis sejak usia 8 bulan. Sampai saat ini Putra belum bisa bicara dan masih terus terapi di RSAB Harapan Kita," ujar Anissafitri, ibunda Putra.
Menurut Anissa, Putra kerap 'kabur' dan lari ke luar rumah yang berisiko bagi dirinya sendiri. Kondisi ini menimbulkan rasa khawatir, hingga orang tuanya memasang penghalang di pintu rumah agar Putra selalu ada di dalam rumah. Setiap hari Putra hanya kontak dengan orang tua, kakak, dan adiknya.
Putra memang terlahir dengan kondisi spesial, namun Anissa dan Sutisna, orang tua Putra selalu mencintai buah hatinya dengan sepenuh hati. Mengantar Putra terapi wicara, belajar mengenali lingkungan, hingga kontrol teratur dilakukan setiap hari tanpa mengeluh.
Jelas tidak mudah mendampingi Putra seumur hidup, dengan profesi Sutisna sebagai driver ojek online. Penghasilan per bulan cukup untuk bayar kontrakan dan kebutuhan sehari-hari. Padahal Putra perlu diantar ke rumah sakit, popok sekali pakai, dan susu untuk pemenuhan gizi.
Sahabat Baik, orang tua Putra sudah berusaha sekuat tenaga untuk buah hati tersayangnya. Kini, giliran kita membantu agar Putra bisa terus terapi, punya persediaan popok sekali pakai, dan kebutuhan lainnya. Mari salurkan kepedulian kita lewat berbuatbaik.id yang 100% tersalurkan.