Gempa NTT pada Sabtu (15/8/2026) menjadi duka seluruh Indonesia, dengan jumlah korban terus bertambah. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (17/8/2026) menyatakan 68 korban meninggal dunia. Selain itun213 orang mengalami luka ringan hingga berat.
Guncangan sekuat M 7,7 tersebut tak hanya merenggut korban jiwa, tapi juga kerusakan infrastruktur. Sebanyak 328 unit rumah rusak ringan, 532 mengalami kerusakan ringan, dan 683 lain hancur lebur. Kerusakan juga tercatat pada 87 sekolah, 50 rumah ibadah, dan 76 kantor pemerintahan.
![]() |
Gempa di Pulau Flores tersebut rupanya belum benar-benar berhenti. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 1.642 gempa susulan hingga Senin (17/8/2026). Kekuatan guncangan terbesar mencapai M 6,2 dengan data korban dan kerusakan terus meningkat.
Kendati begitu, tindakan evakuasi terus dilakukan agar warga terdampak lekas memperoleh penanganan. Sama halnya dengan pendataan serta rehabilitasi rumah dan fasilitas umum, agar warga bisa melakukan kegiatan sehari-hari di tengah keterbatasan.
![]() |
Bantuan untuk warga terdampak mulai berdatangan dalam bentuk kebutuhan pangan, obat dan perlengkapan medis, dan keperluan lainnya. Berbagai bantuan langsung diterima warga agar bisa dimanfaatkan secepatnya untuk melanjutkan hidup, serta mencegah dampak yang lebih serius.
Yuk Sahabat Baik, jangan sampai ketinggalan. Kita bantu warga dan teman-teman yang terdampak gempa, hingga bisa bertahan lalu bangkit. Bantuan dari kita semua akan sangat berarti bagi semua warga terdampak gempa NTT. Salurkan bantuanmu di berbuatbaik.id dan pantau terus penyalurannya di web serta medsos kami.