Kembali
Awali Sebuah Langkah dengan Kaki Palsu

Awali Sebuah Langkah dengan Kaki Palsu

Rp 10.000
0.011111111111111% Complete
Terkumpul dari Rp 90.000.000,-
Donasi Sekarang
Donasi Sekarang

Kaki palsu adalah kebutuhan fatal bagi penyandang disabilitas fisik organ yang tidak lengkap. Bukan hal mudah mengakses kaki palsu, meski sudah ada fasilitas JKN-KIS untuk semua orang. Jauhnya akses rumah sakit, mahalnya biaya transportasi, dan kesadaran untuk terus terapi hingga bisa bergerak dengan baik menjadi penghalang.

Karena itu, program sosial pengadaan kaki palsu sangat dibutuhkan para pasien yang berasal dari kelompok prasejahtera. Program ini diharapkan bisa mendekatkan akses dan terapi hingga mampu kembali berdaya. Untuk Sahabat Baik, mari sejenak luangkan waktu untuk membaca kisah dan kiranya sudi berbagi demi kemudahan akses kaki palsu.

Ingin Lanjutkan Sekolah, Anak Buruh Pemetik Teh Ini Ingin Kaki Palsu

Osi Aulia, remaja 14 tahun ini, mungkin sama sekali tak mengira akan mengalami disabilitas fisik. Hari-harinya berubah setelah jatuh karena takut digigit anjing tidak jauh dari rumahnya. Osi terdiagnosa mengalami tumor tulang hingga kaki kanannya diamputasi.

"Awalnya jatuh terus nggak bisa bangun. Ini udah setahun," kata Osi menjelaskan periode mulai dari jatuh, dirawat seadanya di rumah, hingga mengalami amputasi pada tim berbuatbaik.id.

Foto: Osi pasien kaki palsu (berbuatbaik.id)

Sepanjang periode tersebut, Osi tidak bisa melanjutkan sekolahnya di kelas 8. Setelah proses medisnya selesai, Osi ingin kembali ke bangku sekolah. Apalagi, teman-temannya kini sudah di kelas 9 sedangkan Osi masih harus melanjutkan pendidikan yang tertinggal.

Kendati begitu, bukan hal mudah melanjutkan pendidikan bagi Osi. Berasal dari keluarga prasejahtera dengan ayah tidak bekerja karena sakit dan ibu buruh pemetik teh, Osi kesulitan mengakses kaki palsu. Peralatan medis ini diperlukan untuk membantunya beraktivitas.

Osi sendiri rutin membantu ibunya jual gorengan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Biasanya Osi menjual gorengan sesuai jadwal masuk dan libur sekolah yang tidak jauh dari rumahnya di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Dengan sebuah kaki palsu, Osi berharap bisa kembali sekolah dan meningkatkan derajat hidup keluarga. Sehingga ibunda Osi, Popon, tak perlu bangun dini hari berangkat menuju kebun dan membawa puluhan kilogram daun teh demi penghasilan tak seberapa.

Perbaikan kehidupan

Menurut relawan berbuatbaik.id, Heri, pendidikan untuk Osi harus dilanjutkan. Pendidikan adalah kunci memperbaiki kehidupan di keluarga tersebut agar tak lagi terjebak dalam status prasejahtera. Sekolah formal harus selesai hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau yang setingkat.

Foto: Osi pasien kaki palsu (berbuatbaik.id)

Sahabat Baik, jangan biarkan Osi kehilangan semangat peluang kembali sekolah hanya karena tidak punya kaki palsu. Salurkan kepedulianmu lewat berbuatbaik.id yang 100% untuk penerima donasi tanpa potongan. Nantikan kabar terbaru dari Osi dan penerima manfaat lain di situs dan media sosial berbuatbaik.id.

Donatur

Default User
Hamba Allah
14 jam yang lalu
Donasi Rp 10.000

Tentang Kami

About Us
berbuatbaik.id ikut andil dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan dengan menggalang dana sekaligus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
About Us
berbuatbaik.id dan CTARSA Foundation bertanggung jawab penuh atas penyaluran dana donasi yang diterima.
About Us
Donasi yang diterima akan disalurkan 100% kepada yang membutuhkan tanpa dikenai potongan biaya apapun
About Us
Kamu bisa bergabung dengan komunitas Berbuat Baik menjadi relawan hingga mengajukan penggalangan dana ke berbuatbaik.id