Kembali
Otak Motorik Hancur, Alif Masih Berharap Bisa Melanjutkan Hidup

Otak Motorik Hancur, Alif Masih Berharap Bisa Melanjutkan Hidup

Rp 0
0% Complete
Terkumpul dari Rp 30.000.000,-
Donasi Sekarang
Donasi Sekarang

Bisa hidup sehat adalah harapan semua orang, tak terkecuali Muhammad Khalif Pratama, putra kedua pasangan Zainuri dan Ita Retno Sari. Di usia 16 tahun, Alif hanya tiduran dengan tubuh tidak tegak lurus. Alif juga tidak bisa bicara, sehingga berkomunikasi lewat tatapan mata.

"Kemarin itu kata dokter, otak motoriknya hancur," kata Ita menjelaskan kondisi Alif pada berbuatbaik.id saat berkunjung ke kediamannya di Banyuasin, Sumatra Selatan.

Foto:berbuatbaik.id

Menurut Ita, Alif lahir normal seperti kakak dan adiknya. Di usia 26 hari, Alif tiba-tiba batuk dengan tubuh membiru sehingga menjalani perawatan di rumah sakit selama empat hari. Keluarga tersebut tidak curiga dan membawa Alif kembali ke rumah usai rawat inap.

Kecurigaan muncul setelah Alif berusia 3 bulan, karena tumbuh kembangnya tidak berkembang. Alif tak bisa tengkurap, tangan mulai terbuka, dan kaki makin kuat menendang. Alif akhirnya bolak-balik ke rumah sakit demi menegakkan diagnosa dan terapi yang tepat.

Namun, menurut Ita, belum diketahui penyebab otak Alif hancur karena dia tak pernah jatuh. Alif juga tidak pernah sakit parah, hingga harus rawat inap sejak dini. Kerusakan otak berdampak pada fungsi organ lain. Salah satunya infeksi paru akibat jamur, yang juga diakibatkan tidak tuntas konsumsi obat.

Saat ini, Alif menggunakan alat penghisap lendir untuk mengeluarkan dahak yang sering kali keluar. Alat ini dipasang tepat di tenggorokan, sedangkan selang dan alat pompa (suction pump) digunakan tiap kali Alif batuk untuk menyedot dan mengeluarkan lendir.

"Sejak dipasang Alif nggak pernah senyum atau ketawa, padahal dulu sering. Apalagi kalau ada kakaknya yang datang dari Kalimantan, kedatangan orang baru, atau saat kumpul bareng keluarga," kata Ita yang tak pernah jauh dari Alif sejak putranya mulai sakit.

Alat tersebut mulai dipasang ketika Alif harus menjalani rawat inap pada Senin (10/11/2025). Hasil diagnosa menyatakan ada flek dan jejak infeksi yang mengakibatkan kerja paru-paru tidak maksimal. Arif tidak bisa mengeluarkan dahak akibat infeksi tersebut, hingga harus menggunakan suction pump.

Yakin Masih Ada Harapan untuk Arif

Dengan semua kondisinya, orang tua Alif masih merawat buah hatinya dengan penuh cinta. Ita bahkan masih menyimpan harapan Alif bisa sehat dan tumbuh seperti anak-anak lain. Apalagi Alif beranjak dewasa, yang seharusnya sibuk dengan sekolah dan aktivitas lain.

"Harapannya biar sembuh, tidak apa-apa masih terus dirawat yang penting dia sehat. Kami mau ikuti saja jalannya, karena dari dokter tidak ada tindakan lagi. Hanya perawatan dan kontrol per bulan," kata Ita.

Kendati begitu, bukan hal mudah memenuhi semua kebutuhan Alif selama perawatan. Alif butuh popok sekali pakai isi 26 yang kadang habis dalam waktu 3 hari, air infus (steril) dua botol per hari untuk membersihkan selang suction pump dan perlengkapan lain, serta asupan susu serta vitamin.

Kebutuhan tersebut jelas tidak murah bagi keluarga pra sejahtera dengan penghasilan seadanya. Karena itu Sahabat Baik, mari kita bantu Alif menjalani perawatan dengan sebaik-baiknya. Kepedulian dari kita semua sangat berarti bagi kelangsungan hidup Alif dan keluarganya. Yuk, salurkan donasimu untuk Alif lewat berbuatbaik.id yang 100% tersalurkan.

Tentang Kami

About Us
berbuatbaik.id ikut andil dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan dengan menggalang dana sekaligus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
About Us
berbuatbaik.id dan CTARSA Foundation bertanggung jawab penuh atas penyaluran dana donasi yang diterima.
About Us
Donasi yang diterima akan disalurkan 100% kepada yang membutuhkan tanpa dikenai potongan biaya apapun
About Us
Kamu bisa bergabung dengan komunitas Berbuat Baik menjadi relawan hingga mengajukan penggalangan dana ke berbuatbaik.id