Kembali
Tak Punya Ambulans Air, Warga Muara Gembong Tak Bisa ke Puskesmas Tepat Waktu

Tak Punya Ambulans Air, Warga Muara Gembong Tak Bisa ke Puskesmas Tepat Waktu

Rp 0
0% Complete
Terkumpul dari Rp 40.000.000,-
Donasi Sekarang
Donasi Sekarang

Sebuah ambulans air menjadi kebutuhan penting bagi warga Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Warga dengan mayoritas bekerja sebagai nelayan atau pemilik pemancingan ini, tak bisa mengakses puskesmas atau fasilitas kesehatan lain saat banjir rob.

"Kita bingung mau gimana tiap kali banjir rob. Ada yang sakit jadi nggak dapat penanganan, melahirkan di jalan, bahkan ada yang meninggal. Dengan adanya ambulans air bisa membantu warga ke puskesmas. Kami berharap sekali bisa punya ambulans air," kata Amin Syaefudin relawat berbuatbaik.id di Muara Gembong.

Foto:berbuatbaik.id

Menurut Amin, banjir rob bisa terjadi lebih dari tiga hari dan beberapa kali dalam sebulan. Kondisi ini berisiko bagi warga dengan darah tinggi, diabetes, atau kondisi lain yang butuh kontrol teratur. Mereka tidak dapat mengakses obat atau pemeriksaan, sehingga kondisinya makin parah.

Amin mengatakan, saat ini warga gotong royong membopong pasien yang perlu penanganan saat banjir rob. Pasien dibawa ke tempat yang lebih tinggi sebelum ke puskesmas. Cara ini jauh dari ideal untuk pasien lansia atau yang sedang hamil besar.

Namun tidak ada metode lain yang bisa dilakukan saat banjir rob melanda desa. Sebagai gambaran, jarak Desa Pantai Mekar hingga Puskesmas Muara Gembong kurang lebih 7 km. Sementara, jarak desa hingga dermaga terdekat untuk penjemputan pasien kurang lebih 1 km.

Kondisi Desa Pantai Mekar

Desa Pantai Mekar adalah salah satu kawasan Kabupaten Bekasi yang terdampak abrasi dan sedimentasi sungai. Abrasi mengikis pesisir hingga warga harus pindah ke tempat yang lebih tinggi. Abrasi diakibatkan perubahan ekosistem mangrove menjadi budidaya tambak.

Abrasi dan sedimentasi juga diakibatkan tongkang batu bara yang berlabuh di pelabuhan sekitar Muara Gembong. Menurut Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kerang Dara Abdul Aziz, tongkang membutuhkan kapal keruk lumpur untuk memperdalam perairan tempatnya berlabuh.

"Dari situ kebawa ke sini jadinya sekarang kali di sini nggak dalem lagi," kata Aziz yang juga warga Desa Pantai Mekar.

Menurut Aziz, abrasi dan sedimentasi telah menenggelamkan kurang lebih 200 hektar kawasan Muara Gembong. Wilayah yang disebut kampung hilang ini awalnya berpenghuni seperti RT lain. Namun seiring area yang makin habis dan tingginya air laut, warga terpaksa pergi dari rumahnya.

Aziz mengatakan, hingga kini belum ada perintah relokasi untuk warga Muara Gembong. Masyarakat masih bertahan karena memang di sanalah tempat mereka bekerja dan menjalani kehidupan sehari-hari. Warga Pantai Mekar berusaha bertahan dengan semua yang dimiliki.

Sahabat Baik, kondisi warga Desa Pantai Mekar di Muara Gembong sangat membutuhkan perhatian kita semua. Mari salurkan kepedulian kita di berbuatbaik.id demi kehidupan dan evakuasi warga yang lebih baik. Nantikan update info kami di website dan medsos berbuatbaik.id.

Tentang Kami

About Us
berbuatbaik.id ikut andil dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan dengan menggalang dana sekaligus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
About Us
berbuatbaik.id dan CTARSA Foundation bertanggung jawab penuh atas penyaluran dana donasi yang diterima.
About Us
Donasi yang diterima akan disalurkan 100% kepada yang membutuhkan tanpa dikenai potongan biaya apapun
About Us
Kamu bisa bergabung dengan komunitas Berbuat Baik menjadi relawan hingga mengajukan penggalangan dana ke berbuatbaik.id