Kembali
Mengalami Glaukoma Sejak Lahir, Balita Wulan Tidak Kehilangan Harapan

Mengalami Glaukoma Sejak Lahir, Balita Wulan Tidak Kehilangan Harapan

Rp 0
0% Complete
Terkumpul dari Rp 30.000.000,-
Donasi Sekarang
Donasi Sekarang

Putri Wulandari, putri bungsu pasangan Heni Amelia dan Sabar Riyadi ini terdiagnosis glaukoma sejak lahir (kongenital). Kondisi langka ini mengakibatkan bola mata kanannya lebih besar dibandingkan kiri dan terlihat keruh.

Menurut Heni, awalnya tidak ada yang mengetahui kondisi Wulan hingga tetangganya mengatakan bola mata Wulan terlihat berbeda. Tetangga lain ikut berkomentar sama saat Wulan makin besar dan perbedaan bola mata makin terlihat.

Foto:berbuatbaik.id

"Sekitar umur 3 bulan tuh, anak tetangga saya bilang, mata dedek yang satu kayanya beda deh. Bapaknya sempat marah Wulan dibilang gitu, sampai saya nanya tetangga. Saya penasaran kan, akhirnya saya bikin BPJS dan periksain ke puskesmas," kata Heni.

Di usia 5 bulan, Wulan mulai sering bolak-balik rumah sakit untuk penegakan diagnosis dan tindakan medis yang harus diambil. Hasil pemeriksaan akhirnya bisa diketahui setelah pemeriksaan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kirana UPK Mata.

Glaukoma yang dialami hingga kini berusia 2 tahun mengakibatkan bola mata Wulan tak henti berair. Selain itu, kondisi tumbuh kembang Wulan terdampak dengan kemampuan jalan dan bicara terbatas. Dia juga selalu menangis karena rasa tak nyaman dalam bola matanya.

Dengan kondisi ini, Heni hampir selalu menggendong Wulan agar berhenti menangis. Kondisi lain yang ikut terdampak adalah berat badan Wulan yang tak kunjung naik. Menurut Heni, Wulan sebetulnya mau makan tapi nutrisinya tidak terdistribusi ke seluruh tubuh.

Keadaan Wulan tidak membuat Heni, Sabar, dan tiga kakak laki-lakinya menyerah. Hari-hari dilalui dengan jadwal rutin, naik turun busway, dan datang sebelum matahari terbit di RSCM Kirana. Heni selalu datang dengan bekal makan dan minum demi menghemat pengeluaran.

Kesabaran dan tekad kuat Heni serta keluarga akhirnya perlahan memperoleh jawaban. Wulan menjalani operasi untuk memperbaiki saluran air matanya. Tindakan ini diharapkan bisa mengurangi tekanan dalam bola mata, hingga perlahan bisa sembuh.

Namun, operasi belum jadi akhir proses pemulihan Wulan. Dia masih harus kontrol rutin untuk memastikan penglihatan masih baik, menyiapkan langkah jika fungsi mata menurun, dan memperbaiki kondisi kesehatan Wulan secara umum sebelum dinyatakan benar-benar pulih.

Harapan di Tengah Keterbatasan  

Bukan hal mudah memperjuangkan Wulan di tengah keterbatasan ekonomi Heni dan Sabar. Heni awalnya menyediakan jasa cuci dan setrika baju, namun harus berhenti karena kondisi Wulan. Sementara Sabar adalah sopir dan kuli bangunan dengan penghasilan tidak besar.

Foto:berbuatbaik.id

Namun pemasukan terbatas, tempat tinggal seadanya, dan berbagai kondisi lain yang tidak ideal justru meningkatkan daya juang keluarga ini. Heni dan Sabar saling bantu demi kesehatan Wulan dan pendidikan tiga putranya tidak terbengkalai.

Bukan tugas yang mudah, namun Heni yakin keluarganya bisa melalui semua dengan baik. Sahabat Baik, harapan dan daya positif Wulan serta keluarganya jangan sampai hilang tergerus berbagai cobaan. Mari kita bantu jaga semangat keluarga ini demi kesembuhan Wulan.

Kepedulian Sahabat Baik bisa disampaikan melalui donasi di berbuatbaik.id. Jangan khawatir, donasi dari para Sahabat Baik 100% tersalurkan. Selain donasi, Sahabat Baik juga bisa update kabar terbaru dari kami melalui situs dan media sosial berbuatbaik.id.

Tentang Kami

About Us
berbuatbaik.id ikut andil dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan dengan menggalang dana sekaligus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
About Us
berbuatbaik.id dan CTARSA Foundation bertanggung jawab penuh atas penyaluran dana donasi yang diterima.
About Us
Donasi yang diterima akan disalurkan 100% kepada yang membutuhkan tanpa dikenai potongan biaya apapun
About Us
Kamu bisa bergabung dengan komunitas Berbuat Baik menjadi relawan hingga mengajukan penggalangan dana ke berbuatbaik.id