Raditiya Ridwan (16), anak pertama dari lima bersaudara, hidup dengan penuh perjuangan. Walaupun sudah menginjak umur remaja nyatanya tubuh Raditiya begitu kecil dan kurus, lebih seperti anak umur 5 tahun.
Kondisi ini pun terjadi karena banyaknya penyakit yang menjangkiti tubuhnya sedari kecil. Saat dilahirkan, tubuhnya membiru dan tidak bergerak karena ketuban ibunya sudah pecah sebelum persalinan, sehingga sebagian cairannya tertelan oleh Raditiya.
“Dia pas lahir udah biru saya pikir udah ga selamat tapi Alhamdulillah Radit masih ada sampe sekarang,” ucap Dewi, ibunda Raditiya.
![]() |
Sejak itu, ia harus menjalani perawatan intensif di ruang NICU selama satu bulan dalam keadaan koma. Cairan ketuban yang masuk ke tubuhnya memang berhasil dikeluarkan, tetapi yang sudah sampai ke kepala tidak bisa dibersihkan dan akhirnya menimbulkan infeksi.
Kondisi inilah yang membuat dokter, ketika Raditiya berusia enam bulan, memvonisnya menderita cerebral palsy, microcephaly, dan epilepsi.
“saya pas di kasih tahu begitu saya syok sama suami tapi dalam tangan Allah pasti kami di lindungi” ujar Ibunda Raditiya
Dalam kesehariannya, Raditiya hanya bisa terbaring dan sangat bergantung pada perawatan penuh orang tuanya.
![]() |
Ia pernah mendapatkan bantuan berupa kursi roda untuk menunjang aktivitasnya, namun hingga kini masih sangat membutuhkan uluran tangan #sahabatbaik. Apalagi ayahnya hanya penjual bakso ikan keliling dengan penghasilan Rp 50 ribu per hari dan menanggung 5 anak.
Donasi akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Raditiya, seperti membeli susu, makanan, pampers, serta vitamin yang penting untuk menjaga kesehatannya.
Ibu Dewi dan Bapak Endang, orang tua Raditiya, hanya memiliki satu harapan besar: agar Raditiya bisa tetap sehat, kuat, dan tidak lagi keluar masuk rumah sakit.
Bagi mereka, merawat Raditiya adalah bentuk cinta dan tanggung jawab sebagai orang tua, terlebih karena ia adalah anak istimewa yang membutuhkan perhatian lebih.
“Dia anak kami sudah sewajibnya kami urusi apalagi anak istimewa membuat kami lebih semangat mengurusnya” ujarnya lagi
#sahabatbaik kamu bisa membantu memenuhi kebutuhan Raditiya yang berkebutuhan khusus ini dengan Donasi di berbuatbaik.id, 100% tersalurkan.
Cerebral palsy yang dialami Raditiya Ridwan membutuhkan penanganan serius sepanjang hidup. Fakta ini tak mudah bagi Dewi dan Endang dengan kemampuan ekonomi seadanya. Apalagi, Radit punya empat saudara lain yang butuh biaya untuk sekolah dan kehidupan sehari-hari.
Berkat Sahabat Baik, Radit bisa membeli susu dan makanan sesuai kebutuhannya. Menurut Dewi, anak sulungnya masih mengonsumsi makanan halus serupa Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Makanan kasar berisiko mengakibatkan Radit keselek, yang bisa mengancam keselamatannya.
"Donasi Rp 4.012.006 separuh untuk modal usaha, sedangkan yang lain untuk keperluan Radit. Sekarang Radit sudah 17 tahun," kata Dewi saat tim berbuatbaik.id berkunjung ke kediamannya di Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat.
![]() |
Dewi terlihat berkaca-kaca saat menceritakan kondisi Radit dari hari ke hari. Dia bersyukur Radit bisa terus hidup, meski terlihat makin kecil seiring bertambahnya usia. Saat ini berat badan Radit sekitar 9 kg dengan panjang tubuh kurang lebih 100 cm.
Radit masih rutin konsumsi obat dan kontrol untuk menjaga kesehatannya. Sahabat Baik, terima kasih atas perhatian dan empatinya untuk Radit. Tolong doakan Radit selalu sehat dan jangan lupa untuk terus berdonasi di berbuatbaik.id.