Kembali
Kurang Air Bersih sampai Bangunan Tak Layak, Ini Kisah Anak-anak Petani di Paud Anggrek

Kurang Air Bersih sampai Bangunan Tak Layak, Ini Kisah Anak-anak Petani di Paud Anggrek

Rp 1.543.000
5.1433333333333% Complete
Terkumpul dari Rp 30.000.000,-
Donasi Sekarang
Donasi Sekarang

Di sudut desa yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, PAUD Anggrek 2, sebuah tempat anak-anak usia dini menempuh pendidikan. Tempat yang masih berupa bangunan semi permanen ini jadi harapan bagi 63 anak di Kecamatan Pedes, Karawang, Jawa Barat.

Di tengah perjuangan untuk menyediakan fasilitas yang memadai, para pengajar juga memiliki kisahnya sendiri dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pendidikan.

“Jadi kadang masih ada orang tua yang kayak ah udahlah sekolah gak penting gitu. Beda kalo kesadaran pendidikan udah tinggi, kalo di kampung mungkin masih proses berjuangnya,” ungkap salah satu pengajar, Ruslani.

Foto:Paud Anggrek

Selain itu, tantangan yang dihadapi adalah kondisi infrastruktur yang belum memadai. Kekurangan fasilitas dasar seperti toilet dengan air bersih menjadi tantangan yang harus segera diatasi. Saat ini, fasilitas WC baru saja dibangun, namun masih mengalami beberapa kendala. Air yang digunakan masih memiliki rasa asin, menyulitkan anak-anak dan staf pengajar dalam penggunaannya. Tingginya kandungan garam dalam air tidak hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga membawa risiko kesehatan bagi mereka yang terpaksa menggunakan air tersebut.

“Asin baget kak asin airnya, sampai pernah ada kan ya anak yang luka. Terus pas cebok lah ya, karena mungkin kan garamnya tinggi. Aduh perih katanya. Nah terus guru yang ada di sini tuh masih belum punya WC di rumahnya, warga sekitar juga. Makanya ini kita buka terus. Karena banyak yang masih BAB itu di sawah, di empang sore-sore.” jelas Ruslani kepada tim berbuatbaik.id.

Belum selesai permasalahan air, PAUD Anggrek 2 juga harus menghadapi masalah serius terkait kondisi bangunan sekolah yang tidak layak. Bangunan yang masih terbuat dari kayu mulai terasa rapuh dan banyak yang perlu ditambal. Bahkan, keadaan ini menjadi berbahaya bagi anak-anak.

Foto:Paud Anggrek

“Ini juga parah ini kayunya paku paku semua makanya ditutupin malah anak anak pernah nyeblos, ada yang kutusuk paku, luka-luka di sini.” kata Ruslani.

Situasi ini semakin diperparah saat hujan, ketika air masuk ke dalam bangunan dan membuat semua ruangan basah. Bahkan setiap Senin, para pengajar dan orang tua murid harus menghadapi tugas membersihkan ruangan dari kotoran yang masuk di akhir pekan. Memang jika dilihat bangunan semi permanen ini hanya beralaskan kayu dan rotan begitu pun dindingnya.

Di beberapa tempat ada lubang yang menganga begitu juga saat diinjak seakan rentan patah sehingga tak bisa menampung orang yang banyak di atas bangunan serupa rumah panggung ini. Sementara kalau dilihat ke atas atap, beberapa kayu lapuk menjadi penyangga atap yang membuat bangunan ini khawatir sewaktu-waktu ambruk. Jangankan bangunan, meja dan kursi pun masih terbatas dan dalam kondisi yang apa adanya berupa papan kayu.

“Kalau hari sabtu sama minggu libur ya, kalau hari senin itu mejanya berantakan bangku, ada kotoran ayam terus kalo tiap hari senin itu yang paling susah ya piketnya. Karena kan ga ada penutupnya ya. Udah dihias udah apapun nanti hancur semua itu di hari Senin.” imbuh Maryati, orang tua murid PAUD Anggrek 2.

Foto:Paud Anggrek

Meskipun demikian, semangat belajar anak-anak dan semangat masyarakat sekitar yang tinggi menjadi pemicu untuk terus berjuang.

“Mereka kalau udah sekolah itu gak mau pulang, kadang dibilang udah sore. Katanya udah siang, gak mau pulang. Anak-anaknya sekolah terus semangat. Kita sebagai orang tua bersyukur ya, maunya anak sekolah sampe tinggi sampe sukses” jelas Maryati.

Selain itu, kekurangan fasilitas pembelajaran seperti papan tulis, meja, dan kursi menjadi kendala serius bagi proses belajar mengajar yang efektif. Kondisi ini semakin diperparah dengan keterbatasan ekonomi orang tua murid. Mayoritas dari mereka adalah petani gurem atau buruh proyek dengan penghasilan yang terbatas.

Dalam kondisi seperti ini, bantuan dari pihak luar sangat dibutuhkan untuk memastikan kelangsungan pendidikan anak-anak di PAUD Anggrek 2.

Foto:Paud Anggrek

Sahabat baik, kamu bisa turut berperan serta dalam memberikan dukungan melalui donasi di berbuatbaik.id. Setiap donasi yang kamu berikan akan secara langsung tersalurkan untuk pembangunan fasilitas yang memadai, seperti toilet yang bersih dan bangunan sekolah yang layak.

Dengan kontribusi kamu, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan optimal anak-anak di Kecamatan Pedes. Donasi di berbuatbaik.id, 100% tersalurkan.

Donatur

Default User
Hamba Allah
7 jam yang lalu
Donasi Rp 50.000
Default User
H*********
22 jam yang lalu
Donasi Rp 20.000
Default User
Sigit Indrijono
1 hari yang lalu
Donasi Rp 50.000
Default User
Hamba Allah
1 hari yang lalu
Donasi Rp 5.000
Default User
L*********RI HARDINI
3 hari yang lalu
Donasi Rp 1.000.000

Tentang Kami

About Us
berbuatbaik.id ikut andil dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan dengan menggalang dana sekaligus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
About Us
berbuatbaik.id dan CTARSA Foundation bertanggung jawab penuh atas penyaluran dana donasi yang diterima.
About Us
Donasi yang diterima akan disalurkan 100% kepada yang membutuhkan tanpa dikenai potongan biaya apapun
About Us
Kamu bisa bergabung dengan komunitas Berbuat Baik menjadi relawan hingga mengajukan penggalangan dana ke berbuatbaik.id