Kembali
Mimpi Anak Juru Parkir yang Cerebral Palsy untuk Sembuh dan Tak Digunjing

Mimpi Anak Juru Parkir yang Cerebral Palsy untuk Sembuh dan Tak Digunjing

Rp 22.619.723
75.399076666667% Complete
Terkumpul dari Rp 30.000.000,-
Donasi Berakhir
Donasi Berakhir

Anak merupakan buah hati dari kasih sayang kedua orang tua. Layaknya sebuah permata yang diberikan oleh Tuhan yang harus selalu dijaga.

Seperti Agus yang merupakan sebuah permata bagi kedua orang tuanya walaupun terlahir dengan Cerebral Palsy atau lumpuh otak.

Agus lahir secara prematur dan mengalami keterlambatan tumbuh kembang saat kanak-kanak. Hidup Agus sehari-hari bergantung pada ayah ibunya yang sudah tidak lagi muda.

Sang Ibu, Desak Made Sartini (57) menderita low vision atau keterbatasan penglihatan yang semakin memburuk 5 tahun belakangan ini. Bahkan, Desak pernah terjatuh akibat daya penglihatan yang terus menurun. Hal itu terjadi saat dirinya menggendong Agus. Beruntung, Agus bisa berkomunikasi sehingga saat digendong bisa mengarahkan ibunya berjalan.

Foto:berbuatbaik

"Item semua saya nggak lihat pakai baju apa nggak lihat saya. Karena nggak lihat kan ada got gitu kebuka pelatnya satu saya nyemplung berdua (dengan Agus), untung saya nggak langsung turun gitu saya nyangkut tangan saya di trotoar itu saya merangkak bangun berdua nggak ada orang lihat karena padahal itu pasar ya nggak ada orang lihat," cerita dia.

Meskipun demikian, Desak tetap bekerja dan mengurus Agus dengan baik. Sehari-hari, Desak memijit Agus dan memasang alat pada tubuhnya.

“Harus bagaimana lagi saya juga lihat Agusnya semangat kalau dikasih obat. Obat apapun dia minum, itu yang membuat saya berpikiran positif bahwa agus itu pasti akan sembuh. Apalagi kalau memang orang membantu mengobatkan dia, saya yakin itu semangat aja. Ya siapa tahu alam merespons semangat kita untuk tetap bisa bertahan menuju kearah yang positif,” ungkap Desak kepada tim berbuatbaik.id di kediamannya, Denpasar, Bali.

Agus adalah anak spesial yang pengertian, walau dengan keterbatasan ia tetap menunjukkan bakti pada orang tuanya. Agus tidak hanya tinggal bersama ayah dan ibu, ia juga tinggal dengan neneknya.

Foto:berbuatbaik

Sudah 20 tahun mereka semua hidup di kontrakan yang mempunyai 2 kamar berukuran 4 kali 4 meter yang dibayar Rp700.000 per bulan.

Made dan Desak begitu sangat sabar dan tabah dalam merawat agus. Keduanya bekerja guna memenuhi kebutuhan ekonomi.

Desak bekerja serabutan. Bertahun-tahun ia berjualan di trotoar tepi pasar sambil membawa agus. Kini, Desak bekerja sebagai pegawai di warung kelontong yang berjarak lebih dari 3 km dari rumahnya.

Desak diberi upah Rp40.000/ hari untuk menjaga warung serta membuat canang.

Segala hal apapun akan dilakukan oleh sang ibu demi kesembuhan buah hati tercinta. Walaupun Desak juga memiliki keterbatasan, ia tetap semangat bekerja demi kesembuhan sang buah hati

“Saya termotivasi sama anak saya mau tinggalkan dia kasihan pokoknya saya hadapi saja apa yang akan terjadi saya jalani sampai agus kalau dibilang sembuh okelah kalau memang diberi kesembuhan sama Tuhan saya tetap akan menjaga dia sampai akhir hayatnya," ungkapnya.

Foto:berbuatbaik


Sementara sang ayah, Made Wiryadi merupakan sosok pekerja keras. Ia bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Ketapian yang berjarak ratusan meter dari kontrakan mereka.

Made mendapat upah Rp1.700.000/ bulan. Penghasilan ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga biaya pengobatan Agus. Apalagi Agus harus melakukan terapi setiap 2 kali seminggu.

Pulang kerja merupakan waktu terfavorit bagi Made, karena di jam-jam inilah ia bisa menemani Agus bermain. Melihat tumbuh kembang anak merupakan hal yang paling bahagia bagi kedua orang tua.

Walau tumbuh kembang Agus tidak seperti anak-anak yang lainnya. Namun, Made sangat bersyukur dan sangat menyayangi Agus

“Ini harta paling terindah walaupun keadaannya begini dia harta paling terindah gak mungkin ada orang yang bisa punya. Itu bagi saya,” ujar Made

Meski terbatas secara fisik, akal Agus berkembang seiring dengan pertambahan usianya. Sang ayah pun harus menghadapi emosi anaknya yang kerap kali naik turun.

Agus sering kali merasa iri ingin bermain bersama dengan teman-teman sebayanya. Ia pun merasa kesal jika hanya menjadi tontonan bagi teman-temanya. Ayahnya yakin kelak Agus akan bertemu dengan teman-teman yang sama sepertinya, agar ia tidak merasa sendiri.

Hidup akan selalu membawa kita pada harapan, itulah yang diyakini oleh Made dan Desak terhadap anaknya. Semangat Aguslah yang membuat ibu dan ayahnya selalu berpikir positif bahwa harapan akan selalu ada bagi mereka yang mempercayainya. Keluarga ini tetap berjuang meski dihadapkan berbagai keterbatasan maupun cobaan.

Sahabat Baik, mari kita Bersama-sama ulurkan tangan kebaikan kepada mereka dengan Donasi di berbuatbaik.id. Agar kita bisa memberikan harapan serta dukungan untuk mereka menghadapi segala cobaan dan rintangan. Setiap donasi yang diberikan 100% tersalurkan tanpa potongan dan akan sangat membantu Agus yang membutuhkan.

Info Terkini

Harapan yang Kembali Bersemi untuk Agus Penyandang Cerebral Palsy

Selasa, 30 Desember 2025

Hidup tak selalu mudah bagi Agus penyandang cerebral palsy, putra semata wayang Desak Made Sartini dan Made Wiryadi. Menginjak usia yang seharusnya sudah sekolah dan produktif, Agus hanya bisa berbaring dengan segala keterbatasannya.

Desak Made, ibunda Agus, setia menemani buah hatinya fisioterapi dan melakukan aktivitas harian meski mengalami low vision. Sementara ayahnya mencari sesuap nasi dari pekerjaan sebagai juru parkir di Pasar Ketapian, tak jauh dari tempat tinggalnya.

Foto:berbuatbaik.id

Semua tantangan hidup keluarga yang tinggal di Denpasar, Bali ini seolah terangkat setelah menerima uluran kasih Sahabat Baik. Keluarga prasejahtera ini seperti memiliki energi baru untuk melanjutkan hidup.

"Sebagian saya gunakan untuk modal menjual alat-alat sembahyang menjelang perayaan Galungan dan Kuningan. Modalnya sudah balik dan nanti akan melanjutkan berjualan. Sebagian lainnya untuk membeli keperluan Agus," kata Desak Made.

Dengan total donasi Rp 22.619.723, Desak Made juga menggunakannya untuk melunasi biaya kos dua kamar selama satu tahun. Sehingga keluarga tersebut tak perlu khawatir dengan tempat tinggal selama menemani Agus terapi.

Uluran kasih Sahabat Baik disambut rasa syukur dan penuh terima kasih dari Agus dan ibundanya. Mereka berharap para Sahabat Baik dilancarkan rezekinya serta selalu hidup bahagia dan penuh berkah.

"Terima kasih sahabat baik sudah membantu Agus. Semoga dengan turut serta membantu Agus, rezeki Sahabat Baik bisa terus dilancarkan dan dimudahkan semua urusannya. Ke depannya, Agus ingin selalu jadi lebih baik dan semoga selalu memperoleh dukungan Sahabat Baik," kata Desak Made.

Foto:berbuatbaik.id

Saat ini, Agus rutin melakukan fisioterapi satu kali dalam seminggu agar tubuhnya tidak terlalu kaku. Desak Made berharap, Agus bisa melakukan aktivitas harian sendiri ketika energi sang ibu makin terbatas.

Sahabat Baik, kisah Agus hanya satu dari banyak kisah yang dipublikasikan dalam situs berbuatbaik.id. Para penerima manfaat menanti kepedulian para Sahabat Baik untuk melanjutkan hidup dan menyemai kembali mimpinya.

Yuk Sahabat Baik, jangan ragu untuk klik berbuatbaik.id dan sisihkan rezeki demi kehidupan penerima manfaat yang lebih baik. Jangan lupa untuk selalu mengupdate kabar terbaru para penerima donasi di situs dan media sosial berbuatbaik.id.

Donatur

Default User
Hamba Allah
6 bulan yang lalu
Donasi Rp 1.000
Default User
A*********o Setyawan
7 bulan yang lalu
Donasi Rp 25.005
Default User
Hamba Allah
7 bulan yang lalu
Donasi Rp 50.000
Default User
M*********
7 bulan yang lalu
Donasi Rp 5.000
Default User
D********* T
7 bulan yang lalu
Donasi Rp 10.000

Tentang Kami

About Us
berbuatbaik.id ikut andil dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan dengan menggalang dana sekaligus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
About Us
berbuatbaik.id dan CTARSA Foundation bertanggung jawab penuh atas penyaluran dana donasi yang diterima.
About Us
Donasi yang diterima akan disalurkan 100% kepada yang membutuhkan tanpa dikenai potongan biaya apapun
About Us
Kamu bisa bergabung dengan komunitas Berbuat Baik menjadi relawan hingga mengajukan penggalangan dana ke berbuatbaik.id