Kembali
Pelita Keluarga Diemban Eman yang Alami Tuna Netra

Pelita Keluarga Diemban Eman yang Alami Tuna Netra

Rp 16.604.050
55.346833333333% Complete
Terkumpul dari Rp 30.000.000,-
Donasi Berakhir
Donasi Berakhir

Ada harapan keluarga yang Eman pikul setiap hari ketika pergi memanen ke kebun milik keluarga Ibunya. Tak pernah terbayangkan bagi sosok seperti Eman yang sudah lebih dari lima puluh tahun indra penglihatannya tak berfungsi dengan sempurna. Segala bentuk keindahan dunia bagi Eman hanyalah bayangan hitam putih yang nampak semu. Sejak lahir penglihatan Eman memang tak berfungsi sebagaimana mestinya.

Tak hanya Eman, sang Ibu dan adik bungsunya pun alami penderitaan yang sama. Ibu Eman, Mak Akoy mulai kehilangan kemampuan melihatnya sejak masa kanak-kanak sementara Yudi pun tak ingat kapan kemampuan melihatnya menurun. Eman memiliki seorang adik yang memiliki penglihatan sempurna namun adiknya kini tak tinggal bersama keluarganya mengingat dirinya sudah berkeluarga dan harus menetap di Cimahi.

Foto:berbuatbaik.id

“Sudah pernah (periksa mata). Yudi juga sudah diperiksa. Sudah tidak bisa ditangani, diberi kacamata juga tidak bisa. Iya sama bapak, bapaknya mak juga sama gak bisa lihat,” ujar Mak Akoy.

Meski penglihatannya tak sempurna, Eman tak berpasrah diri terhadap takdirnya. Ia berjuang mencari nafkah dengan memanen pisang dan daun melinjo yang ada dari kebun milik keluarga ibunya. Terkadang Eman pun juga memanen cengkeh walaupun hasil yang didapatkannya tak seberapa.

“Sekarung 15 kilo. Tiap seminggu dua minggu sekali petik panennya. Iya tambah-tambah rejeki buat makan sehari-hari. Dicukup-cukupkan saja. Minjem ya kadang gak minjem dulu ke bandar ke pengepulnya pinjam dulu bayar pake hasil ini ke pengepul tangkil. Kalo pisang diambil ke pengepul pisang,” jelas Eman kepada tim berbuatbaik.id

Foto:berbuatbaik.id

Tak hanya memanen hasil kebun milik keluarga ibunya, Eman juga mencoba peruntungan lain dengan berjualan keliling kampung. Biasanya Eman manjajakan kembang ros dan rengginang sambil berjalan kaki mengelilingi Kampung Bongkok, Desa Mekarjaya. Terkadang Eman juga menjual gula aren yang didapatkan langsung dari pengepulnya. Keuntungan yang Eman dapatkan pun tak seberapa. Eman biasanya mendapat Rp 500 dari setiap gula aren yang dijualnya.

Dulu sang adik Yudi sempat bekerja di sebuah pabrik tetapi saat pandemi berlangsung pabrik tersebut gulung tikar. Akhirnya Yudi pun hanya meratapi nasibnya yang kini kesulitan mendapatkan pekerjaan baru. Sehingga Eman sekarang menjadi satu-satunya tulang punggung bagi keluarga.

Kondisi rumah keluarga Eman pun tak sepenuhnya bisa dikatakan layak. Khususnya bila ditinggali oleh anggota keluarga yang kemampuan melihatnya tak sempurna. Kebutuhan dasar seperti kamar mandi terletak di luar rumah. Meskipun jaraknya tak jauh tetapi medan yang dilalui bisa dikatakan cukup berbahaya bagi keluarga Eman. Pun dengan kondisinya yang terbatas Eman berbaik hati membuatkan pegangan kayu agar Ibu dan Adiknya tidak terjatuh saat menuruni jalan menuju kamar mandi. Yudi juga mengungkapkan alasan mengapa keluarga mereka tidak bisa membangun kamar mandi di dalam rumah karena permasalahan biaya.

Foto:berbuatbaik.id

“Gak pernah, pelan-pelan jalannya sambil meraba. Pak eman, iya kreatif dia mah. Karena kamar mandinya harus turun ke bawah gak ada di atas. Mau di atas belum ada modalnya gitu pengen. Dari dulu yang di situ, ” ungkap Yudi hari itu.

Kisah Eman yang harus menafkahi keluarga di tengah-tengah keterbatasannya dalam melihat sungguh menyentuh hati.  Sahabat baik, kamu bisa bantu Eman dan keluarganya mendapatkan hidup yang lebih baik. Kamu bisa berbagi sedikit rezeki kepada Eman dengan cara berdonasi ke berbuatbaik.id karena donasi yang kamu berikan akan 100% disalurkan tanpa potongan biaya apapun.  

Bagi kamu yang sudah mengikuti berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami seputar kampanye sosial yang kamu ikuti berikut dengan info terkini.

Jika kamu memiliki minat tinggi dalam berkontribusi pada kampanye sosial kami, kamu juga dapat mengikutsertakan komunitas pada kampanye ini.

Sahabat baik, yuk mulai berbuat baik dengan berdonasi mulai hari ini, mulai sekarang!

 

 

Info Terkini

Eman, Tuna Netra Tulang Punggung Keluarga, yang Akhirnya Tersenyum Lega

Selasa, 16 Desember 2025

Keterbatasan penglihatan tidak membuat Eman menyerah memenuhi kebutuhan keluarganya. Peran sebagai tulang punggung tetap dilakoninya meski sambil meraba-raba saat berjalan. Tanggung jawab sebagai suami dan ayah dari anggota keluarga yang juga kesulitan melihat, membuatnya terus berusaha.

Dengan segenap tekad, Eman selalu berjuang sebagai pedagang berbagai hasil bumi. Sayur, buah, umbi-umbian dipanen Eman dari kebun ibunya. Sesekali Eman berdagang gula aren dan kerupuk yang diambil dari produsen di sekitar rumahnya. Keuntungan Eman tidak seberapa, namun cukup untuk kebutuhan tiap hari.

Foto:berbuatbaik.id

Bapak yang kini berusia lebih dari 50 tahun ini, akhirnya bisa sedikit tersenyum lega. Doa dan harapannya pada kehidupan yang lebih baik terjawab melalui aksi para Sahabat Baik. Kepedulian dan kasih sayang memungkinkan Eman menapaki kembali kehidupannya yang penuh liku.

"Terima kasih kepada semua donatur yang sudah membantu saya. Semoga kebaikan donatur dibalas Allah SWT dan dilancarkan rezekinya. Alhamdulillah sekarang saya masih bisa berjualan," kata Eman saat tim berbuatbaik.id mengunjungi kediamannya di Kampung Bongkok, Desa Mekarjaya, Kabupaten Bandung Barat.

Total donasi Rp 16.604.050 digunakan Eman untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, membeli pupuk tanaman, serta memenuhi modalnya untuk berdagang. Pupuk dalam karung tersebut adalah stok untuk meningkatkan kesuburan tanah dan tumbuhan. Pupuk digunakan sewaktu-waktu sesuai siklus tanaman.

Kehidupan yang perlahan makin baik berkat aksi sosial dari Sahabat Baik menumbuhkan asa baru pada Eman. Dia berharap bisa memanage perdagangannya dengan lebih baik, sehingga modalnya makin besar. Dengan modal yang cukup, Eman bisa memperbaiki fasilitas dagang dan persediaan barang jualan.

Foto:berbuatbaik.id

Kecukupan modal dan aneka ragam barang jualan, bisa meningkatkan peluang Eman memperoleh keuntungan lebih besar. Hasilnya, kehidupan Eman dan keluarga bisa makin baik meski mengalami banyak keterbatasan. Termasuk untuk memperbaiki rumahnya agar lebih layak.

Eman bukan satu-satunya kisah kehidupan yang lebih baik berkat aksi Sahabat Baik. Cinta dan kasih Sahabat Baik masih sangat ditunggu para penerima donasi, yang kisahnya bisa diklik di berbuatbaik.id. Tak perlu khawatir, donasi disalurkan 100% pada penerima manfaat tanpa potongan.

Donatur

Default User
W*********
1 tahun yang lalu
Donasi Rp 100.000
Default User
L*********dy Soetomo P
1 tahun yang lalu
Donasi Rp 250.000
Default User
M*********
1 tahun yang lalu
Donasi Rp 5.000
Default User
Hasrun agus
1 tahun yang lalu
Donasi Rp 10.000
Default User
S*********i
1 tahun yang lalu
Donasi Rp 10.000

Tentang Kami

About Us
berbuatbaik.id ikut andil dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan dengan menggalang dana sekaligus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
About Us
berbuatbaik.id dan CTARSA Foundation bertanggung jawab penuh atas penyaluran dana donasi yang diterima.
About Us
Donasi yang diterima akan disalurkan 100% kepada yang membutuhkan tanpa dikenai potongan biaya apapun
About Us
Kamu bisa bergabung dengan komunitas Berbuat Baik menjadi relawan hingga mengajukan penggalangan dana ke berbuatbaik.id