Kembali
Punya 3 Anak Disabilitas Mental, Ketabahan Wayan dan Ketut Mengiris Hati

Punya 3 Anak Disabilitas Mental, Ketabahan Wayan dan Ketut Mengiris Hati

Rp 15.015.250
50.050833333333% Complete
Terkumpul dari Rp 30.000.000,-
Donasi Berakhir
Donasi Berakhir

Tak pernah terbayangkan di benak I Wayan Dana (50) dan Ketut Simpen mempunyai 3 anak yang mengalami disabilitas. Mereka adalah Wayan Widiani (21) Komang Juniasih (20) dan Komang Sudarsana (18) yang tinggal di Desa Buda Kling, Bebandem, Karangasem, Bali.

Ketiganya bergantung pada orangtuanya karena tak sanggup menopang berat badannya sendiri. Jadi setiap kali bangun, ketiganya lantas digendong sang ayah keluar menikmati udara pagi.

Foto:berbuatbaik.id

Ketut Simpen mengatakan ketiga anaknya mengalami penyakit serius sejak dini. Wayan Widiani sejak 6 bulan sudah tak bisa merangkak, duduk apalagi berjalan. Hal ini juga terjadi pada 2 adiknya.

"Bingung udah dipijat kena penyakit orang katanya. Udah ke mana-mana rumah sakit Sanglah udah tiga kali, semua normal. Satu bulan udah dipijat, imunisasi lengkap, saya nggak ngerti penyakit ini kok bisa semua begini," jelas Ketut.

Segala pengorbanan pun dilakukan bahkan terhitung sudah 20 tahun, pasutri ini telah berikhtiar mengobati 3 anaknya namun tak kunjung membuahkan hasil. Banyak pula yang membantu keduanya mengantar ke poli saraf RSUP Sanglah atau bahkan pengobatan alternatif secara sukarela.

Foto:berbuatbaik.id

"Udah di manapun ada yang ngasih tahu sudah saya ke sana diajak anak-anak sampai sekarang belum juga ada makanya saya apa namanya bilang pasrah orang anak sabar aja dulu orang saya sudah berusaha udah cobaan hidup namanya ini. Makanya saya kalau ndak keluar itu kadang pusing lihat anak-anak Kasihan juga kalau dapat keluar kerja Dapat tertawa sama teman-teman nggak ingat-ingat kesalahan apa itu sekeluarga sampai ketiga-tiganya gitu," tambah sang suami, I Wayan Dana.

Dia dan istrinya khawatir kelak saat keduanya sudah semakin tua dan tak lagi sanggup mengurus ketiga anakanya tersebut.

"Masa tuanya saya takut kalau saya sama istri udah tua nanti anaknya siapa itulah saya yang sering menyesal itu kalau kita sudah tua kuat ngangkat kan nggak bisa pasti berat itu. Ada yang mau ngajak di panti tapi anaknya nggak mau saya juga kasihan juga dipisah sama anak gitu," lanjutnya.

Foto:berbuatbaik.id

Beban Wayan belum juga selesai karena tanah rumahnya masih dicicil dan belum lunas. Sebelumnya mereka tinggal di renon Denpasar namun 5 tahun lalu kena gusur karena tinggal di tanah ilegal.

Wayan pun semakin gigih bekerja sebagai asisten kuli bangunan namun karena bukan kuli utama, penghasilan Wayan terbilang kecil hanya Rp 100 ribu per hari. Oleh akrena itu, dia juga mencari tambahan lain dengan menjadi buruh tani di ladang orang. Dia bertugas untuk menanam dan membersihkan gulma dengan upah Rp 100 ribu untuk waktu 6 jam.

Tak berputus asa mencari nafkah maupun menyembuhkan anaknya menjadi ketetapan hidup yang pasutri ini jalani sehari-hari. Sahabat baik, hidup pasutri ini sungguh tak mudah tapi kita belajar untuk tidak menyerah terhadap cobaan apapun.

Kamu bisa semangati keluarga ini sekaligus memberinya pertolongan hanya dengan mulai Donasi di berbuatbaik.id. Semua donasi yang diberikan akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang juga.

Info Terkini

Aksi Sahabat Baik, Penawar Beban Batin Keluarga dengan 3 Anak Disabilitasnya

Selasa, 20 Januari 2026

Kehidupan terasa tidak mudah bagi I Wayan Dana dan Ketut Simpen bersama tiga anaknya penyandang disabilitas mental. Setiap hari, keduanya hanya bisa bergantung pada diri sendiri memenuhi keperluan hidup dan berbagai tantangannya.

Seiring waktu tak ada perubahan pada Wayan Widiani, Komang Juniasih, dan Komang Sudarsana. Mental ketiganya masih seperti anak kecil di usianya yang beranjang dewasa. Ketiganya juga tidak bisa melakukan aktivtas sehari-hari sehingga bergantung sepenuhnya pada orang tua.

Foto:berbuatbaik.id

Beratnya beban Wayan dan Ketut menanggung kehidupan akhirnya menemukan obat penawar. Kepedulian para Sahabat Baik memungkinkan keduanya bernapas lega, sambil menata hidupnya. Ucapan terima kasih dan rasa syukur terucap dari Ketut saat tim berbuatbaik.id berkunjung.

"Terima kasih saya ucapkan pada Sahabat Baik atas kepeduliannya. Semoga berkah dan rezekinya selalu lancar," kata Ketut ditemui di rumahnya Desa Buda Kling, Bebandem, Karangasem, Bali.

Dengan total dana Rp 15.015.250, Wayan dan Ketut bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Keduanya juga bisa merenovasi spot-spot di rumahnya yang perli perbaikan. Sehingga, tempat tinggal keluarga prasejahtera ini menjadi sedikit lebih nyaman dan terasa lega.

Ketut juga bisa membawa buah hatinya kontrol atau beli obat, jika merasa tidak sehat. Donasi tersebut juga digunakan untuk memenuhi biaya perjalanan sebagai pekerja bangunan, atau mencari pemasukan dari sumber lain untuk keluarganya.

Foto:berbuatbaik.id

Wayan dan Ketut beserta tiga buah hatinya tidak bisa sedikit menghirup napas lega, tanpa cinta kasih Sahabat Baik. Selain Wayan dan Ketut, masih ada kisah lain di berbuatbaik.id yang perlu perhatian dan kepedulian Sahabat Baik.

Yuk Sahabat Baik, klik berbuatbaik.id untuk menyalurkan donasi kamu kepada para penerima manfaat. Donasi kamu akan sangat berarti di tengah beban berar mereka menghadapi tantangan kehidupan. Donasi disalurkan 100% tanpa potongan untuk mereka yang membutuhkan.

Donatur

Default User
W*********
1 tahun yang lalu
Donasi Rp 50.000
Default User
S*********i
1 tahun yang lalu
Donasi Rp 10.000
Default User
W*********i prasodjo
1 tahun yang lalu
Donasi Rp 1.000.000
Default User
Zahra
1 tahun yang lalu
Donasi Rp 5.000
Default User
Hamba Allah
1 tahun yang lalu
Donasi Rp 1.000

Tentang Kami

About Us
berbuatbaik.id ikut andil dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan dengan menggalang dana sekaligus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
About Us
berbuatbaik.id dan CTARSA Foundation bertanggung jawab penuh atas penyaluran dana donasi yang diterima.
About Us
Donasi yang diterima akan disalurkan 100% kepada yang membutuhkan tanpa dikenai potongan biaya apapun
About Us
Kamu bisa bergabung dengan komunitas Berbuat Baik menjadi relawan hingga mengajukan penggalangan dana ke berbuatbaik.id