Kembali
Tangis Mbok Darmi, Alami Stroke dan Tinggal Sendirian di Gubuk Reyot

Tangis Mbok Darmi, Alami Stroke dan Tinggal Sendirian di Gubuk Reyot

Rp 20.442.000
68.14% Complete
Terkumpul dari Rp 30.000.000,-
Donasi Sekarang
Donasi Sekarang

Seorang wanita lanjut usia (lansia) di Pemalang kondisinya memprihatinkan. Wanita yang kerap disapa Mbak Darmi (62) ini sakit stroke sehingga sulit berjalan dan bicara.

Warga Desa Tegalsari Timur, Kecamatan Ampelgading, Pemalang ini tinggal seorang diri di rumahnya. Anaknya merantau di Jakarta dan sudah lama tidak pulang. Beruntung, tetangga di sekitarnya cukup perhatian.

Saat dikunjungi detikJateng, Sabtu (13/5/2023), rumah Mbok Darmi terbilang mudah ditemukan. Sebab, di antara tetangganya yang lain, rumah Mbok Darmi berukuran sekitar 4x6 meter dan berupa bangunan semi permanen, berdinding anyaman bambu atau dikenal dengan gedek.

Foto:berbuatbaik.id

Miris, anyaman bambu yang menjadi dinding rumah Mbok Darmi sudah cukup renggang dan sudah tidak kokoh lagi. Mbok Darmi tampak sedang duduk di kursi besi warna biru saat detikJateng datang berkunjung ke rumahnya.

Kursi ini diletakkan di dekat pintu rumah dan tempat favorit Mbok Darmi menghabiskan waktunya. Raut wajah Mbok Darmi tampak menunggu kedatangan seseorang.

Awalnya, detikJateng, mencoba untuk komunikasi dengan Mbok Darmi. Namun, Mbok Darmi ternyata mengalami kesulitan untuk berbicara. Bibirnya terlihat bergetar, namun tidak satu kata pun, yang terucap dan hanya menggerang.

Foto:Robby Bernardi/detikJateng

Mbok Darmi pun menangis karena gagal mengucapkan kalimat dengan jelas. Beruntung, Carmidi (70) yang juga Ketua RT 28 ini sedang mendatangi Mbok Darmi dan membantu menjelaskan ke detikJateng, terkait kondisi Mbok Darmi.

"Mbok Darmi ini, mulai sakit-sakitan sekitar tahun 2015. Tahun 2016, kena stroke, sampai sekarang. Komunikasi kalau ngobrol seperti sebelumnya sudah tidak bisa," kata Carmidi, mengawali percakapan dengan detikJateng.

Carmidi menyebut Mbok Darmi memiliki seorang anak lelaki, yang saat ini di Jakarta. Namun, anak semata wayangnya itu jarang pulang.

"Punya anak satu, Lebaran kemarin tidak pulang, menjadi tangisan Mbok Darmi. Ia sering duduk di depan dekat pintu, dengan harapan, menanti kedatangan anaknya," katanya.

Foto:Robby Bernardi/detikJateng

Menurutnya, Mbok Darmi awalnya juga bekerja di Jakarta sekitar belasan tahun dan kala itu juga jarang pulang. Bahkan, hasil kerja di Jakarta, digunakannya untuk membeli sawah di desa. Namun entah kenapa di tahun 2012, Darmi pulang kampung dan tidak kerja di Jakarta lagi.

"Pulang kampung sendiri sekitar tahun 2012. Sawah dijual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hingga mengalami sakit-sakitan dan kondisi seperti ini," ungkapnya.

Mbok Darmi juga mempunyai saudara yang juga tetangganya. Beruntung meski tinggal seorang diri, banyak tetangga Mbok Darmi yang perhatian.

"Ya, intinya diperhatikan para tetangga dan saudaranya. Apalagi kondisi seperti ini. Saya sebagai Ketua RT juga hampir tiap hari, pagi siang dan malam, ngecek kondisinya. Kasihan karena sendirian. Rumah saya kebetulan tidak jauh. Apalagi kalau hujan," jelasnya.

"Mantan Kades, Bu Ayu, juga sering kirim makanan ke Mbok Darmi. Rumahnya cukup jauh dari sini. Tetangga lain juga kerap berbagi makanan," ungkapnya.

Foto:Robby Bernardi/detikJateng

Bentuk perhatian warga dengan Mbok Darmi, diungkapkan Ketua RT, di antaranya bergotong-royong memperbaiki rumah Mbok Darmi. Termasuk, melapisi lantai rumah yang semula tanah, menjadi paving.
"Sebelum dipasang paving lantainya, kalau hujan ngecembeng, becek. Airnya pada masuk ke rumah," ungkapnya.

Carmidi menyebut Mbok Darmi merupakan salah satu warganya yang dinilai kondisinya kurang mampu.

"Ya, Mbok Darmi, salah satu warga yang kondisinya seperti itu, kurang mampu. Rumahnya mengkhawatirkan," ucapnya.

Sedianya, bantuan sosial juga kerap didapat Mbok Darmi. Bantuan itu diambilkan saudaranya.

"Kalau bantuan-bantuan ya dapat dia. Cuman saya tidak bisa detail menjelaskan untuk apanya. Saya tidak tahu, bantuan sosial berupa uang yang diterimanya, digunakan untuk apa," katanya.

"Kalau bantuan makan, tiap hari apalagi di masa pendemi covid kemarin, sering," ungkapnya.

Dari pihak dinas sosial pun, menurutnya kerap menengok kondisi Mbok Darmi. Demikian juga deri kecamatan dan lebih-lebih pihak desa.

"Lha itu, ada bantuan dari pemerintah untuk rumahnya. Terakhir lalu, digunakan untuk mengganti atap rumah, agar tidak bocor. Kita kerjakan gotong-royong," jelasnya.

Sahabat baik tidak ada yang lebih pedih dari pada hidup sendiri menanggung sengsara. Oleh karena itu, kuatkan hati Mbok Darmi dengan kebaikan kalian. 

Caranya sederhana dengan Donasi hanya melalui berbuatbaik.id. 

Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan. Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!

Donatur

Default User
Ronni Candra
21 hari yang lalu
Donasi Rp 50.000
Default User
Thomas Rahardja
24 hari yang lalu
Donasi Rp 200.000
Default User
m*********
2 bulan yang lalu
Donasi Rp 100.000
Default User
h*********al ambarita
2 bulan yang lalu
Donasi Rp 20.000
Default User
M*********
3 bulan yang lalu
Donasi Rp 5.000

Tentang Kami

About Us
berbuatbaik.id ikut andil dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan dengan menggalang dana sekaligus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
About Us
berbuatbaik.id dan CTARSA Foundation bertanggung jawab penuh atas penyaluran dana donasi yang diterima.
About Us
Donasi yang diterima akan disalurkan 100% kepada yang membutuhkan tanpa dikenai potongan biaya apapun
About Us
Kamu bisa bergabung dengan komunitas Berbuat Baik menjadi relawan hingga mengajukan penggalangan dana ke berbuatbaik.id