Kembali
Sedih Tiada Tara, Nasib Perawat  Sapi Tunanetra Kehilangan Ternak Akibat PMK

Sedih Tiada Tara, Nasib Perawat Sapi Tunanetra Kehilangan Ternak Akibat PMK

Rp 11.018.503
22.037006% Complete
Terkumpul dari Rp 50.000.000,-
Donasi Sekarang
Donasi Sekarang

Gubrak! Robin yang tengah membawa tumpukan rumput gajah di bahunya tiba-tiba jatuh terguling ke bawah. Rupanya Robin tidak melihat adanya gundukan tanah yang tidak rata sehingga di terperosok. Dengan penglihatan yang sudah terganggu sejak lahir, Robin memang harus lebih hati-hati melewati jalan ini. Terkadang dia pun meraba-raba untuk mengetahui medan yang dia lalui.

Dia pun tak meringis kesakitan namun langsung sigap berdiri kembali seolah ini jadi hal yang biasa bagi warga Getasan, Kabupaten Semarang, Jateng. Saban hari dia memang mencari rumput untuk 2 dombanya yang tersisa. Sebelumnya, Robin punya kambing dan sapi perah yang dia andalkan untuk mencari nafkah sehari-hari.

Foto:berbuatbaik.id

Namun hal buruk menimpa sapi dan kambingnya. Akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), hewan ternak Robin mati semua dan hanya tersisa 2 domba miliknya. Beruntung, ada yang berbelas kasihan padanya dan menawarkan pekerjaan untuk merawat sekaligus memerah sapi milik tetangganya.

"Gimana lagi kalo mikirin sesuatu terus ya sedih, jadi dibawa senyum aja. Soalnya satu satunya yang buat makan tiap hari ya sapi perah itu. Kadang ya (diminta jadi) buruh, minta tolong sama tetangga minta bantuan, saya bisa melakukan apapun, kadang ya jadi tukang bangunan," ungkapnya kepada tim berbuatbaik.id pasrah beberapa waktu lalu.

Foto:berbuatbaik.id

Walau bukan sapi miliknya, Robin selalu bersungguh-sungguh bekerja di tengah keterbatasannya melihat sempurna. Apalagi sejak penyakit ini menjangkiti banyak hewan ternak yang membuat perawatan sapi jadi begitu sulit. Dia mengatakan walaupun sapi sudah sembuh dari PMK namun produksi susu yang dihasilkan sapi menjadi sangat berkurang. Katanya, sebelum PMK satu sapi perah bisa menghasilkan 15 liter susu namun setelah sapi terjangkiti PMK dan sembuh produksinya hanya bisa mencapai 8 liter.

Pulang ke rumah, Robin yang hanya bisa melihat samar-samar ini harus meneruskan pekerjaan lain yakni memasak. Dengan lihai, Robin menyalakan api dengan kayu bakar hingga menggoreng tempe. Itu dilakukan semata untuk memberi makan ayahnya yang juga buta dan alami gangguan pendengaran.

Foto:berbuatbaik.id

Apalagi dirinya sudah ditinggal sang ibu yang menjadi tempatnya berkeluh kesah dan mengadu. Jika rindu sedang mendera, lamat-lamat lantunan nyanyian tentang ibu dia nyanyikan.

"Hai manusia hormati ibumu
yang melahirkan dan membesarkan mu
darah dagingmu dari air susunya
jiwa raga mu dari kasih sayangnya
dialah manusia satu satunya
yang menyayangi mu tanpa ada batasnya," nyanyi Robin.

Menceritakan kembali sang ibu, wajah Robin mendadak sendu. Sekuat tenaga dia mencoba agar air matanya tidak tumpah.

"Waktu kecil saya dirawat sama ibu semenjak saya gede mau merawat ibu. Semenjak ibu belum meninggal saya bilang gini, 'Bu kalau saya udah gede kamu saya rawat. Kamu saya rawat sampai tua' tapi belum sepat merawat sudah meninggal. Mau gimana lagi yang maha kuasa maunya gitu," ungkapnya sedih.

Foto:berbuatbaik.id

Terkadang jika rindu semakin membuncah, Robin pun mendatangi makam sang ibu. Dengan meraba-raba nisan, Robin bisa menemukan makam ibunya di dalam gelapnya penglihatan. Hanya sepotong surat Al Fatihan yang dia harapkan dapat menjaga ibunya di alam baka.

Walau harapan untuk menemani sang ibu di kala masih hidup sudah pupus, namun Robin masih terus tegar dan berusaha hidup lebih baik. Dia pun menanam asa agar kelak dirinya bisa mendapatkan sapi perah lagi sehingga tak bergantung pada orang lain lagi.

"Iya cita-citanya begitu memang tapi gak punya uang ya ga bisa beli sapi. Ga punya uang jadinya ngurus sapi orang dulu," sambungnya penuh keikhlasan.

Sahabat Baik, betapa memilukan nasib Robin berjuang sendirian dari memerah sapi di dalam gelap. Kesedihan Robin menjadi berkali lipat saat sang ibu sudah tak lagi ada di sisi. Namun yakinkan dia bahwa dirinya tak sendiri. Dia punya sahabat baik yang juga bersama menopang hidupnya.

Maka bantulah Robin mendapatkan sapi lagi agar dia semakin mandiri untuk hidup. Caranya sederhana, dimulai dengan Donasi sekarang juga. Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan.

Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang juga!

 

 

 

Donatur

Default User
N*********i M
2 hari yang lalu
Donasi Rp 20.000
Default User
Siti Melisa Indahti
8 hari yang lalu
Donasi Rp 250.000
Default User
M*********Lestari
15 hari yang lalu
Donasi Rp 10.000
Default User
Hamba Allah
19 hari yang lalu
Donasi Rp 35.000
Default User
Hamba Allah
21 hari yang lalu
Donasi Rp 50.000

Tentang Kami

About Us
berbuatbaik.id ikut andil dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan dengan menggalang dana sekaligus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
About Us
berbuatbaik.id dan CTARSA Foundation bertanggung jawab penuh atas penyaluran dana donasi yang diterima.
About Us
Donasi yang diterima akan disalurkan 100% kepada yang membutuhkan tanpa dikenai biaya pemotongan atau biaya apapun. Seluruh biaya operasional penyampaian donasi ditanggung oleh jaringan usaha CT Corp
About Us
Kamu bisa bergabung dengan komunitas Berbuat Baik menjadi relawan hingga mengajukan penggalangan dana ke berbuatbaik.id