Kembali
Kisah Pilu Nenek Sene, Hidup Lumpuh di Permukiman Kumuh

Kisah Pilu Nenek Sene, Hidup Lumpuh di Permukiman Kumuh

Rp 12.370.000
20.616666666667% Complete
Terkumpul dari Rp 60.000.000,-
Donasi Sekarang
Donasi Sekarang

Di seberang stadion baru dan megah kebanggaan Jakarta, terselip kisah sedih Nenek Sene. Di rumah permukiman kumuh dekat dengan rel kereta api, Nenek Sene terbaring lemah. Dengan suara lirih, sesekali dia mengeluh kesakitan. Namun terkadang suaranya tenggelam oleh bising kereta api yang lewat di sisi rumahnya.

Bangunan berukuran tiga kali empat meter, beratap bambu dan berdinding papan jadi saksi betapa sakitnya Nenek Sene menahan sakit. Kakinya terus menekuk tak bisa diluruskan.

Foto:berbuatbaik.id

"Kaya pusing gitu. Perutnya juga sakit karena laparnya terlalu lama," kata Nenek Sene yang suaranya tidak jelas terdengar.

Sehari-hari nenek ini diurus oleh Heni, anaknya yang juga tinggal bersama keluarganya. Heni lah yang rajin memandikan hingga menggotong ibunya. Walaupun serba terbatas, Heni dengan tulus melakukan segalanya. Heni bercerita asal mula sakit ibunya tak lain saat ibunya jatuh.

"Jalan jatuh dia gak pernah ngomong. Diurut terus gini gak bisa jalan," ungkapnya.

Foto:berbuatbaik.id

Heni mengaku tak pernah membawa Nenek Sene ke dokter lantaran tak ada biaya akomodasi untuk ke rumah sakit. Suaminya, Baron, hanya kuli serabutan. Salah satunya mengumpulkan pasir material bangunan yang berasal dari tongkang saat mendistribusikan pasirnya ke pangkalan. Dari sisa-sisa pasir ini dia jual lagi. Jika ada yang membeli, Baron bisa mengantongi uang dari Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu.

Tim berbuatbaik.id pun penasaran dengan kondisi sang nenek sebenarnya. Oleh karena itu, di tengah hujan gerimis, tim membawa nenek Sene ke rumah sakit.

Foto:berbuatbaik.id

Dokter Shanty Mulyana Gultom dari RSPI Sulianti Saroso mengatakan hasil rontgen sebenarnya tidak kelihatan patah namun terjadi kontraktur di pinggang kanan. Hal itu lantaran saat jatuh, nenek Sene membiarkannya hingga 4-6 bulan tanpa penanganan.

"Pasien ini merasakan sakit tapi gak mau menggerakan organ kakinya. Posisinya sama terus seperti itu jadinya terjadi kontraktur. Kalau mengharapkan seperti normal sulit ya seperti semula. Itu akan direhab ke Dokter Ortopedi rehabilitasi medik, nanti kita lihat pernaikannya apa penanganan mereka," sebutnya.

Keputusan rehabilitasi kaki Nenek Sene tentu menjadi kabar bahagia. Sebab, ada kemungkinan nenek bisa berjalan lagi. Namun jauh di lubuk hati Heni dan suami, tentu biaya akomodasi ke rumah sakit menjadi beban tersendiri. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika proses rehabilitasi dan pengobatan ini bisa dibantu oleh sahabat baik sehingga keluarga ini bisa bernapas lega.

Foto:berbuatbaik.id

Sahabat baik, donasi untuk Nenek Sene bisa begitu berarti dan membuatnya kembali berjalan. Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan.

Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!

Info Terkini

Tempat Berpulang Terbaik untuk Nenek Sene dari Sahabat Baik

Meski Nenek Sene telah meninggal dunia, donasi untuknya tetap berjalan dan diberikan kepada ahli warisnya yang tak lain adalah sang anak, Nurhaeni. berbuatbaik.id pun telah menuntaskan amanat para donatur untuk memberikan kebaikan hati sahabat baik langsung kepada Nurhaeni.

Di tengah teriknya Jakarta hari itu, tim berbuatbaik.id menyambangi kediaman Nurhaeni sekaligus rumah Nenek Sene di Cilincing, Jakarta Utara. Tim berbincang kepada Nurhaeni dan juga suami agar donasi yang diberikan sahabat baik bisa bermanfaat untuk Nenek Sene juga walau sang nenek sudah tiada.

"Memang mau dibuatkan makam yang lebih bagus untuk nenek. Juga kemarin kami berhutang untuk 7 harian, 14 harian dan nanti 40 harian," jelas Nurhaeni kepada tim di rumahnya yang hanya berdinding triplek ini.

Foto:berbuatbaik.id

Oleh karena itu, tim dan keluarga Nenek Sene memutuskan untuk menyalurkan donasi untuk memperbaiki makam nenek yang juga masih seadanya dan rawan longsor serta memanfaatkan donasi untuk melunasi hutang keluarga. Tim berbuatbaik.id pun mengajak Nurhaeni berbelanja sembako dan berbagai keperluan rumah, seperti kompor, blender, hingga rice cooker di Transmart Cempaka Putih.

Bagi Nurhaeni, ini adalah kali pertama dirinya ke supermarket setelah sekian lama tinggal di Jakarta Utara. Nurhaeni dibuat takjub apalagi saat tim berbuatbaik.id membebaskan Nurhaeni untuk mengambil sembako sesuai dengan kebutuhannya. Nurhaeni tampak begitu canggung dan malu mengambil barang-barang di rak-rak supermarket, namun tim meyakinkan dirinya bahwa semua keperluan belanja tersebut dibayarkan oleh berbuatbaik.id

Foto:berbuatbaik.id

Setelah membeli segala kebutuhan, Nurhaeni kembali ke rumah dengan wajah semringah. Sang suami, Baron, pun menyambut sang istri dengan wajah begitu terharu. Terbata-bata, Baron mengucapkan begitu banyak terima kasih kepada para donatur atas segala kebaikan hati meskipun saat ini nenek Sene sudah tak ada di tengah mereka.

"Terima kasih sahabat baik atas bantuannya saya terima dengan senang hati. Ternyata di zaman sekarang ini masih ada yang memperhatikan kami. Mudah-mudahan sahabat baik lebih baik lagi. Terima kasih," tutup Baron dan Nurhaeni.

Sahabat Baik, seluruh donasi untuk Nenek Sene sejumlah Rp 12.370.000 telah tersalurkan 100%. Adapun rinciannya sebagai berikut.

1. Belanja Konsumsi untuk Keluarga: Rp 243.000
2. Belanja Sembako dan Alat Rumah Tangga: Rp 3.116.901
3. Biaya Renovasi Makam, Pelunasan Hutang dan Biaya Hidup lainnya: Rp 9.010.099

Foto:berbuatbaik.id

Sahabat Baik, begitu bermakna bantuan yang diberikan untuk keluarga Nenek Sene. Seluruh donasi itu pun telah genap tersalurkan walau Nenek Sene telah berpulang. Keluarga Nenek Sene pun berdoa agar berkah dan kebaikan terus tercurah untuk sahabat baik.

Ke depan diharapkan bukan hanya keluarga Nenek Sene yang bisa dibantu, masih banyak nenek-nenek Sene lainnya yang membutuhkan uluran tangan jadi jangan hentikan kebaikan sekarang.

Sahabat Baik pun tidak perlu cemas dan was-was atas donasi yang diberikan melalui tim berbuatbaik.id karena seluruh donasi akan disalurkan 100% dan tanpa potongan apapun.

Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!

Donatur

Default User
MWL PTS
3 bulan yang lalu
Donasi Rp 250.000
Default User
Hamba Allah
3 bulan yang lalu
Donasi Rp 5.000
Default User
M*********jaya
3 bulan yang lalu
Donasi Rp 2.000.000
Default User
Radityo R. Darmawan
3 bulan yang lalu
Donasi Rp 500.000
Default User
R*********ra Kurniadi
3 bulan yang lalu
Donasi Rp 10.000

Tentang Kami

About Us
berbuatbaik.id ikut andil dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan dengan menggalang dana sekaligus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
About Us
berbuatbaik.id dan CTARSA Foundation bertanggung jawab penuh atas penyaluran dana donasi yang diterima.
About Us
Donasi yang diterima akan disalurkan 100% kepada yang membutuhkan tanpa dikenai biaya pemotongan atau biaya apapun. Seluruh biaya operasional penyampaian donasi ditanggung oleh jaringan usaha CT Corp
About Us
Kamu bisa bergabung dengan komunitas Berbuat Baik menjadi relawan hingga mengajukan penggalangan dana ke berbuatbaik.id