Kembali
Tolong, Ibu Buruh Cuci Ini Tinggal di Gubuk Reyot Nyaris Roboh

Tolong, Ibu Buruh Cuci Ini Tinggal di Gubuk Reyot Nyaris Roboh

Rp 29.223.000
53.132727272727% Complete
Terkumpul dari Rp 55.000.000,-
Donasi Sekarang
Donasi Sekarang

Untung Slamet (42) bersama dua anaknya di Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah, hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Bangunan rumah yang mereka tempati terbuat dari bambu yang nyaris roboh. Bahkan untuk masuk ke rumahnya, orang-orang harus merunduk. Tiang penyangga teras rumah pun tampak miring.

Untung merupakan janda yang ditinggal suaminya pergi entah ke mana sejak 10 tahun lalu. Kini dia tinggal bersama dua anaknya yakni Nur Oktaviani Sari (18) dan Muhammad Rizki (10).

“Iya. Izinnya mau kerja. Terus sampai sekarang nggak pulang. Perasannya ya itu, sulit hidup sendiri. Susah nggak ada yang bantuin,” ucap Untung kepada tim berbuatbaik.id beberapa waktu lalu.

Foto:berbuatbaik.id

Rumah berbahan bambu berukuran 5x6 meter ini merupakan warisan dari orangtuanya, Tasmi dan Sahidi. Semua dinding rumah itu terbuat dari anyaman bambu yang kondisinya sudah lapuk.

Lantai rumah itu juga berupa tanah yang di beberapa bagiannya dilapisi plastik, sedangkan bagian teras rumahnya hanya setinggi 1,2 meter.

Sementara itu, kondisi toiletnya tak kalah mengenaskan. Tidak ada dinding ataupun atap, sehingga ketika hujan, keluarganya buang air sambil memegangi payung.

“Harapannya pengennya sih dibangun. Ya (kalau nanti dibangun) yang biasa aja gak apa-apa, yang penting nambah kamar,” sebutnya penuh harap.

Foto:berbuatbaik.id

Kendati hidup cukup sulit, Untung dan anak- anaknya berusaha tegar. Untung pun membanting tulang dengan bekerja sebagai buruh cuci yang penghasilannya tak seberapa.

“Kadang ada yang nggak nyuruh, kadang ada yang nyuruh. Paling sih itu saja kalau bantunya banyak ya ngasihnya banyak. Kalau sedikit ya sedikit,” ucapnya.

Selain itu, kebutuhan sehari-hari keluarga ini juga ditopang dari anak sulungnya, Nur yang bekerja sebagai buruh di pabrik garmen. Untung bercerita semasa orangtuanya hidup, mereka rutin mendapatkan bantuan PKH bahkan rumah yang dia tinggali sempat terdaftar sebagai penerima rehab dari pemerintah.

Namun sejak kedua orangtuanya meninggal, semua bantuan itu berhenti. Termasuk soal bantuan rehab rumah yang juga dibatalkan.

"Orang tua dulu dapat PKH, tapi setelah meninggal tidak dapat lagi. Malahan rehab rumah ini juga batal karena bapak ibu meninggal dunia," terang Untung Slamet.

Keluarga Untung Slamet ini merupakan salah satu keluarga miskin di Desa Dukuhturi, yang masuk dalam kategori desa miskin ekstrem. Kepala Desa Dukuhturi Johan Wahyudi menyebut 5.165 dari 9.651 penduduknya masuk kategori miskin, lalu ada 361 rumah warganya yang tidak layak huni.

Oleh karena itu, bantuan Sahabat Baik sangat berharga untuk keluarga Untung yang nasibnya benar-benar tak beruntung, Sahabat baik, kuatkan terus keluarga ini melalui tangan-tangan mulia dari kalian. Caranya sederhana, cukup dengan donasi di berbuatbaik.id.

Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan. Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang diikuti, berikut update terkininya.

Jika berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!

 

Info Terkini

Punya Rumah Baru dan Mulai Jualan Mie Ayam, Nasib Bu Untung Tak Lagi Buntung

Ibu Untung Slamet tak kuasa lagi membendung air matanya saat tim berbuatbaik.id menyambungi rumahnya untuk menyalurkan sisa donasi di berbuatbaik.id. Tanpa banyak berucap, Ibu Untung menghaturkan rasa terima kasihnya karena berkat Sahabat Baik dirinya telah memiliki rumah baru.

"Sebelumnya kondisi rumahnya tidak layak dan sering kebanjiran, sekarang tinggal hanya bersama sama kedua anaknya," ucapnya pendek kepada tim berbuatbaik.id yang datang bersama Tour de Trans dalam program Jelajah Kebaikan.

Bu Untung menyebutkan kini nasibnya jauh beruntung dan tidak buntung lagi, bahkan kini dia bisa membuka usaha mie ayam sambil sesekali tetap menjadi buruh cuci. Sisa donasi yang dibawa oleh tim berbuatbaik.id pun akan dia manfaatkan untuk membeli gerobak baru mie ayamnya.

"Insyaallah mau beli gerobak dan mesin cuci. Terima kasih semuanya," sambungnya tersenyum

Foto:berbuatbaik.id

Sementara itu, Yayang, relawan berbuatbaik.id yang juga mengawal pembangunan rumah baru Ibu Untung, mengatakan dulu rumah Bu Untung begitu mengkhawatirkan dan hampir semua atapnya bocor.

"Alhamdulillah teman-teman dari berbuatbaik memberikan support ini, saya atas nama keluarga bu untung mengucapakan terima kasih atas bantuan sahabat baik mudah-mudahan bantuan membawa keberkahan untuk panjenangannya," jelas Yayang.

Sebagai informasi bantuan untuk Ibu untung telah dikumpulkan sebanyak Rp 29.223.000 dengan rincian 24.223.000 telah digunakan untuk pembangunan rumah, sisanya sebebsar Rp 5 juta akan Bu Untung gunakan untuk membeli gerobak baru dan juga mesin cuci

Foto:berbuatbaik.id

Sisa donasi pun langsung diberikan oleh General Manager berbuatbaik.id A Hadiansyah Lubis yang juga mewakili Jelajah Kebaikan yang kali ini mengikutsertakan 16 pemotor.

"Harapan donatur suapaya Ibu bisa di rumah yang lebih layak, Mudah-mudahan cita-cita Ibu untuk medapatkan tempat lebih layak tercapai, harapannya ke depannya jauh lebih baik lagi,"ungkap Hadi kepada Untung.

Foto:berbuatbaik.id

Penyaluran Ibu Untung kali ini dikemas dalam dalam program Jelajah Kebaikan bekerja sama dengan komunitas Tour de Trans yang menempuh perjalanan sekitar 9 jam dengan rute dari Tendean Jakarta Selatan, Bekasi, Cirebon, Tegal, Slawi dan berakhir di rumah Ibu Untung, Brebes.

Sebelum dengan Tour de Trans, program Jelajah Kebaikan juga menggandeng komunitas XSR Brotherhood Indonesia yang pada kesempatan saat itu mengunjungi rumah Satinem di Kediri, Jawa Timur. Sahabat baik, kebaikan itu milik semua orang. Semakin banyak orang dan komunitas ikut serta maka semakin besar dan luas pula dampak kebaikan yang diciptakan. Jika komunitas sahabat baik ingin bersama dalam kebaikan melalui Jelajah Kebaikan, bisa langsung mengirimkan email dan menyertakan komunitas kalian ke info@berbuatbaik.id.

Jangan lupa juga Donasi di berbuatbaik.id yang 100% donasi tersalurkan. Mari berbuat baik mulai hari ini dan sekarang juga!

Donatur

Default User
Hamba Allah
2 bulan yang lalu
Donasi Rp 500.000
Default User
Hamba Allah
2 bulan yang lalu
Donasi Rp 10.000
Default User
Hamba Allah
2 bulan yang lalu
Donasi Rp 100.000
Default User
Hamba Allah
2 bulan yang lalu
Donasi Rp 13.000
Default User
Hamba Allah
2 bulan yang lalu
Donasi Rp 1.000

Tentang Kami

About Us
berbuatbaik.id ikut andil dalam aktivitas sosial dan kemanusiaan dengan menggalang dana sekaligus memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat.
About Us
berbuatbaik.id dan CTARSA Foundation bertanggung jawab penuh atas penyaluran dana donasi yang diterima.
About Us
Donasi yang diterima akan disalurkan 100% kepada yang membutuhkan tanpa dikenai biaya pemotongan atau biaya apapun. Seluruh biaya operasional penyampaian donasi ditanggung oleh jaringan usaha CT Corp
About Us
Kamu bisa bergabung dengan komunitas Berbuat Baik menjadi relawan hingga mengajukan penggalangan dana ke berbuatbaik.id