Kembali

Ada Harapan pada Langkah-langkah Kaki Palsu

Rp 34.436.000
3.8801126760563% Complete
Terkumpul dari Rp 887.500.000,-
Donasi Sekarang
Donasi Sekarang

Dari data accessprosthetics.com setidaknya ada 1 juta amputasi dalam setahun atau 1 orang dari setiap 30 detik. The International Diabetes Federation (IDF) memprediksi angka diabetes, salah satu penyebab amputasi, meningkat dari 285 juta ke 435 juta pada 2030.

Ada 2 kategori amputasi, traumatik dan non-traumatik. Perbedaan keduanya adalah alasan dan hasil dari amputasi tersebut.

Amputasi traumatic biasanya akibat cedera yang menyebabkan hancurnya pembuluh darah, biasanya akibat kecelakaan, luka tembak, atau kecelakaan kerja.

Sementara, menurut informasi azuravascularcare.com, faktor penyebab dari amputasi non-traumatik karena gangguan pembuluh darah, diabetes, infeksi, atau kanker tertentu.

Beberapa bagian tubuh bisa dilakukan amputasi. Paling banyak amputasi di sekitar kaki. Laman mossrehab.com menyebut 4 tipe amputasi kaki.

Amputasi kaki bagian bawah sekitaran jari kaki atau di sekitarnya. amputasi bagian bawah lutut, amputasi lutut, amputasi di atas lutut serta amputasi pinggang ke bawah.

Selepas amputasi, para pasien akan menempuh proses penyembuhan yang meliputi terapi fisik dan rehabilitas, antisipasi risiko komplikasi, dan memperlancar mobilitas.

Selain terus menjalankan pemulihan tersebut, pasien yang diamputasi juga harus mendapatkan dukungan emosional dari sekitarnya sehingga dia bisa menjadi independen.

Sama seperti yang dialami Sarlan, pekerja bangunan. Dia kehilangan kaki kirinya karena tertimpa mesin hammer sehingga terpaksa harus diamputasi. Semenjak saat itu, ia menggunakan kaki palsu dan tetap bekerja seperti biasanya.

Namun kini kaki palsu yang biasa ia gunakan sudah berusia 30 tahun, sudah rusak, dan Sarlan tidak memiliki biaya untuk membeli kaki palsu baru. Padahal kaki baru sangat penting untuk menunjangnya bekerja. 

Sarlan tinggal bersama istrinya, Karomah, beserta anaknya di Jepara, Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan. Sumber pemasukan keluarga ini hanyalah dari Sarlan dan istrinya Karomah yang berprofesi sebagai guru ngaji di madrasah yang letaknya dekat dengan rumah.

“Sumber pemasukan lain kalau Bapak sedang tidak ada kerjaan, ya dari saya. Itu kisaran Rp 300.000 per bulan,” ucap Karomah.

Sarlan merupakan buruh bangunan di Semarang. Untuk menuju ke Semarang, biasanya ia menggunakan bus, tergantung permintaan. Dari menjadi kuli bangunan, Sarlan diupah sebesar Rp. 100.000 per hari.

Foto:berbuatbaik.id

Kini ia membutuhkan kaki palsu baru demi melanjutkan hidupnya. Karomah pun juga berharap demikian agar Pak Sarlan merasa nyaman saat sedang bekerja.

“Saya berharap Bapak bisa dapet kaki baru biar nyaman kerjanya. Tapi kalau bisa ya kerjanya yang lebih ringan aja, ngga di bangunan lagi”, ujar Karomah.

Kamu sebagai #sahabatbaik bisa memberikan dukungan optimal dengan berdonasi kaki palsu untuk mereka. Kaki palsu ini amat penting bagi para pasien yang diamputasi agar hidup mereka terus produktif.

Apalagi untuk orang-orang kurang beruntung yang sulit membeli kaki palsu. Makanya berbuatbaik.id ingin mendorong kamu terus #berbuatbaik mendukung para difabel. Kamu bisa langsung mengklik ikon Donasi.

Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan.

Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!