Kembali

Guru Difabel Butuh Skateboard Sebab Hilang Dicuri Maling

Rp 18.079.500
100% Complete
Terkumpul dari Rp 18.079.500,-
Donasi Sekarang
Donasi Sekarang

Banyak sosok difabel menjadi inspirasi di tengah masyarakat. Salah seorang di antaranya adalah Muhammad Hikmat (26), seorang guru di Batang.

Pria asal Sukabumi, Jawa Barat, ini tak memiliki kaki sejak kecil. Namun kondisinya tak membuat Hikmat berhenti memberi manfaat dan berkarya.

"Sejak lahir seperti ini. Diagnosis dokter katanya gangguan perkembangan janin dari kandungan, karena tidak tahu tengah hamil kemudian (ibu) mengonsumsi pil KB," kata Hikmat beberapa waktu lalu. 

Hikmat bercerita, menyandang disabilitas memang sempat membuatnya down saat memasuki awal masa remaja. Saat itu dia mengenyam pendidikan di sekolah umum.

guru Hikmat

Meski begitu, Hikmat memilih tidak larut dalam kesedihan. Hikmat termotivasi untuk terus belajar hingga akhirnya bisa menuntaskan pendidikan di Universitas Islam Nusantara Bandung pada 2017. Ia kini bergelar sarjana pendidikan luar biasa.

Kendati tak mempunyai dua kaki, Hikmat tidak sulit beraktivitas. Untuk berjalan, dia tak menggunakan kursi roda, tapi memilih skateboard guna menopang tubuhnya. Skateboard inilah yang memperlancar aktivitas baik di luar dan di dalam ruangan. Termasuk saat mengajar di kelas.

"Ada (modifikasi), tapi hanya bagian rodanya saja sih. Diganti pakai ban (roda) long board, ban ini agak lebih besar. Tujuannya untuk jalan yang tidak rata," kata Hikmat.

Saat beraktivitas dengan skateboard, Hikmat menggunakan kedua tangannya untuk mengayuh ke lantai. Dibutuhkan kekuatan tangan dan keseimbangan, serta sarung tangan agar tangan Hikmat tetap bersih.

"Waktu kecil ya ngesot, tidak pakai skateboard, saat itu SD. SMP baru belajar skateboard," sambungnya.

Hikmat ternyata juga pernah menggeluti berbagai pekerjaan, dari jasa ukur tensi darah keliling, sopir taksi online dan mobil rental, pemusik wedding, hingga staf kantor.

Hikmat menjadi guru sejak 2012. Dirinya berpindah tempat mengajar di beberapa sekolah untuk menambah pengalaman. Awalnya ia mengajar di sekolah Bhakti Pertiwi Sukabumi selama 1 tahun, kemudian di SLB Cimahi selama 3 tahun, di Azakiah 2 tahun, kemudian ikut CPNS tahun 2018 dan ditempatkan di SLB Negeri Batang.

Hikmat sebenarnya sudah mempunyai skateboard sendiri, namun sayang skateboard-nya telah hilang dicuri saat salat Jumat. Padahal skateboard itu sudah dia modifikasi sedemikian rupa agar penggunaannya nyaman. 

Kini dia tak lagi mampu membeli skateboard serupa karena harganya mahal dan harus dimodifikasi lagi. Meski terhambat, Himat tak mau berputus asa dia tetap mengajar untuk anak-anak didiknya.

"Saya juga perlu beberapa media pembelajaran dan printer karena sulit dan jauh harus bolak balik ke tukang printer," tandas dia lagi. 

Rincian Anggaran Biaya:

No Kebutuhan  Biaya (Rp) Jumlah  Total (Rp)
1 Skateboard Penny Board 3.188.000 1 3.188.000
2 Ban skate (Puente 70x51mm) 634.000 1 634.000
3 Sarung Tangan Skate 257.500 1 257.500
4 Laptop 8.000.000 1 8.000.000
5 Printer-Scanner 3.000.000 1 3.000.000
6 Media Pembelajaran 1.000.000 3 3.000.000
Total 18.079.500

#sahabatbaik pekerjaan mulia Hikmat mendidik siswa SLB akan semakin mudah jika kamu turut serta membantu dengan klik ikon Donasi. 

Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan.

Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!