Air bersih adalah kebutuhan fatal bagi semua orang. Sayangnya, akses air bersih tidak tersedia bagi seluruh kelompok masyarakat. Sebagian harus naik turun bukit, demi memperoleh air yang tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari semua anggota keluarga.
Kondisi ini pernah dialami warga Reda Meter, NTT, yang harus membeli satu jerigen air seharga Rp 300-500 ribu. Menurut tenaga pendidik sukarela dari program Pijar CT ARSA Foundation, Sofi Salihah, warga tak jarang harus berkendara hingga 10 km demi air bersih.
![]() |
Akibatnya, warga Reda Meter berisiko mengalami masalah kesehatan akibat minim air bersih dan sanitasi buruk. Misal diare, sakit kulit, hingga gangguan pencernaan. Mereka jarang membersihkan diri, cuci tangan, dan melakukan usaha kebersihan karena ketiadaan air bersih.
Kondisi ini berubah seiring masuknya dukungan sarana air bersih dari CT ARSA Foundation dan berbuatbaik.id. Penggalian sumur dan kelengkapan sarana penyaluran memudahkan warga memperoleh air bersih. Warga Reda Meter kini bisa cuci tangan dan mandi tiap saat.
Ketersediaan air bersih disambut warga penuh suka cita dan harapan. Dengan sanitasi dan kebersihan lebih baik, anak-anak mereka bisa tumbuh sehat dan memperoleh pendidikan. Hasilnya, anak-anak ini berpeluang memiliki masa depan dan kehidupan makin baik.