Siti Patimah sempat merasakan betapa sulit memenuhi kebutuhan hidup, saat tubuhnya hanya bisa berbaring. Padahal sebagai tulang punggung dengan pengalaman sebagai pekerja migran, Siti berperan penting membantu perekonomian keluarga.
Rasa sesak dan buntu keluarga dari Lampung Timur ini makin menjadi karena Enjen, ayah Siti Patimah, mengalami saraf kejepit. Rasa sakit makin menjadi, hingga sang kepala keluarga hanya sanggup merangkak dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
![]() |
Siti Patimah dan Enjen hanya bergantung pada Sarah dengan profesi sebagai buruh tani. Padahal, ibunda Siti ini sudah lanjut usia sehingga kemampuan fisiknya sudah sangat terbatas. Rasa tanggung jawab 'memaksanya' terus bekerja demi anggota keluarga lain bisa makan.
Harapan Siti Patimah dan orang tuanya pada kehidupan lebih baik perlahan terwujud, seiring hadirnya kepedulian dari Sahabat Baik. Dengan donasi sebesar Rp 19.476.867, Siti Patimah membangun sebuah warung yang menjual kebutuhan sehari-hari.
Siti dan keluarga juga memelihara beberapa ekor kambing, sebagai tabungan masa depan. Dengan dua sumber penghidupan, Siti melanjutkan terapi penanganan kondisi tubuhnya yang diduga akibat asam urat. Enjen juga melakukan pengobatan saraf kejepit.
Perubahan positif menumbuhkan motivasi dalam Siti Patimah dan keluarganya dalam mengarungi hidup. Keluarga ini tak henti-hentinya bersyukur atas kesempatan yang datang lewat Sahabat Baik. Yuk, Sahabat Baik lanjutkan terus semangat donasi di berbuatbaik.id agar lebih banyak orang-orang yang terbantu.