Kembali
ketika-beban-hidup-nenek-martini-mulai-terangkat

Ketika Beban Hidup Nenek Martini Mulai Terangkat

Menjalani hidup tanpa beban di masa tua menjadi dambaan hampir tiap orang, tak terkecuali Nenek Martini. Namun kenyataan berkata lain, Nenek Martini masih harus jual pecel keliling untuk bayar kontrakan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Nenek Martini hidup seorang diri dalam kontrakan berukuran 3x3 meter di Jakarta. Suaminya sudah meninggal, sedangkan anaknya telah hidup bersama keluarganya sendiri. Nenek Martini sudah lama tidak bertemu dengan buah hati semata wayangnya.

Foto:berbuatbaik.id

Kehidupan Nenek Martini mengetuk kepedulian Sahabat Baik yang menyalurkan donasi melalui berbuatbaik.id. Dengan total donasi Rp 13.147.000, Nenek Martini bisa membayar kontrakan, melunasi utang, dan membeli kebutuhan hidup sehari-hari. Nenek juga bisa membeli beberapa helai baju yang lebih layak digunakan.

Donasi dari para Sahabat Baik juga dimanfaatkan Nenek Martini untuk berobat. Nenek mengalami tekanan darah tinggi dan gangguan saraf sehingga sering kebas serta lemas. Dia juga sering pusing hingga harus dibantu tetangga sekitar agar bisa beristirahat dalam rumah.

"Saya mengucapkan terima kasih karena sudah dibantu, karena siapa lagi yang mau bantu. Saya ucapkan terima kasih banget ya Allah, kita ga bisa balas apa-apa," kata Nenek Martini.

Sahabat Baik, Nenek Martini adalah kisah betapa berartinya donasi yang kita berikan. Donasi, dalam jumlah besar atau kecil, berperan penting membantu siapa saja yang membutuhkan dalam menjalani hidup. Beban sedikit terangkat, hingga muncul harapan baru.

Untuk teman-teman yang ingin jadi Sahabat Baik, jangan ragu untuk segera memulai langkah kecil ini. Kita bisa klik berbuatbaik.id dan berdonasi pada campaign yang tersedia. Jangan lupa update kabar terbaru kami di web dan medsos berbuatbaik.id.