Sri Hartini atau Mama Ana harus menjalani hidup yang tidak mudah di usia tua. Dengan lutut yang sakit, Mama Ana harus tetap keliling berjualan kue. Mulai subuh hingga pukul 13.00, dia menapaki jalan di kawasan Ciracas, Jakarta Timur.
"Saya biasanya bikin pisang goreng, tempe kadang comro. Sudah nggak kuat jadi kuli cuci gosok," kata Mama Ana.
![]() |
Doa Mama Ana agar bisa memenuhi kebutuhan diri sendiri dan seorang putri akhirnya terjawab. Dengan donasi sebesar Rp 2.621.000, Mama Ana bisa membeli perlengkapan agar lutut tidak makin sakit.
"Kemaren gak sembuh-sembuh ke rumah sakit. Pas uangnya ada bisa ke dokter, katanya kurang pelumas," kata Mama Ana.
Dengan donasi tersebut, Mama Ana mengucapkan banyak terima kasih pada semua Sahabat Baik. Mama Ana juga berharap Sahabat Baik selalu memperoleh keberuntungan, diampuni dosanya, dan dilancarkan rezekinya setiap saat.
Sahabat Baik, kisah Mama Ana semoga bisa meningkatkan motivasi kita untuk selalu donasi di berbuatbaik.id. Donasi kita bisa berdampak besar bagi semua pihak yang membutuhkan.