Kembali
kisah-pembuat-tusuk-sate-yang-menemukan-rasa-lega-dan-bahagia

Kisah Pembuat Tusuk Sate yang Menemukan Rasa Lega dan Bahagia

Hidup sebagai pembuat tusuk sate tak mudah bagi Pak Slamet dan keluarga yang bermukim di Magelang, Jawa Tengah. Dengan penghasilan Rp 20 ribu setelah menjual 5 ribu tusuk sate, Pak Slamet harus menghidupi istri dan tiga orang anaknya.

Uswatun, salah satu anak Pak Slamet, mengalami disabilitas mental hingga tak mampu membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Sementara Usup, putra kedua Pak Slamet mengalami kecelakaan hingga tak bisa banyak membantu keluarga. Sedangkan anak bungsunya masih terlalu kecil untuk ikut bekerja.

Keluarga Pak Slamet sangat perlu kepedulian kita untuk sedikit mengangkat beban yang menghimpit mereka. Rasa lega dan bahagia akhirnya terpancar seiring donasi atas dasar kepedulian pada Sahabat Baik pada keluarga prasejahtera ini.

Foto:berbuatbaik.id

"Matur suwun (terima kasih) Sahabat Baik, semoga berkah dan dilimpahkan rezekinya. Keluarga hanya bisa mengucapkan terima kasih, semoga diberi kesehatan dan kelancaran rezeki," tutur Pak Slamet diiringi senyum gembira bersama keluarga.

Donasi sebesar Rp 22.565.000 digunakan Pak Slamet untuk merenovasi rumahnya yang bocor dan sangat sempit. Saat tim berbuatbaik.id berkunjung, Pak Slamet menjelaskan rumahnya yang kini punya tiga kamar, sehingga lebih nyaman ditinggali bersama istri dan anak-anaknya.

Foto:berbuatbaik.id

Sama seperti suaminya, Bu Musonah istri Pak Slamet, sangat bersyukur dengan donasi yang diterima dari para Sahabat Baik. Keluarga tersebut kini lebih positif menghadapi hidup dan kembali memiliki asa terhadap masa depan yang lebih baik.

Sahabat Baik, jangan bosan dan segan untuk menyisihkan rezeki di berbuatbaik.id. Donasi kita bisa mengentaskan banyak keluarga agar sedikit merasa lega di tengah aneka beban dan himpitan. Yuk, segera klik berbuatbaik.id demi masa depan kita semua yang lebih baik.