Rizky, anak pembuat kusen dari Gowa, Sulawesi Selatan, viral setelah sahabatnya, Marwah, menyuapinya saat makan. Terlahir dengan kondisi kaki dan tangan yang tak sempurna, Rizky tetap semangat bersekolah dan bermain bersama teman-temannya. Persahabatan mereka mengajarkan ketulusan dan kepedulian tanpa pamrih.
Sejak ibunya meninggal, Rizky diasuh ayahnya, Lani, yang bekerja sebagai pembuat kusen, serta dibantu kakaknya, Mita. Di tengah keterbatasan dan kehilangan, Rizky tetap tegar tanpa mengeluh. Saat ditanya tentang kondisinya, ia menjawab sederhana, “Tuhan tidak beri saya kaki,” sebuah jawaban yang mengajarkan arti syukur dan menerima kehidupan.
“Saat ini Rizky sudah bisa makan dan menggambar sendiri. Ketika di sekolah pun, dia tetap bisa belajar dan tidak dipaksa sama seperti temannya yang lain oleh gurunya,” jelas Lani kepada tim berbuatbaik.id ketika berkunjung langsung ke rumah Rizky.
![]() |
Donasi sebesar Rp 13.832.257 dari Sahabat Baik dapat membantu usaha kusen milik ayah Rizky serta memenuhi kebutuhan sehari-hari Rizky. Dukungan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Rizky untuk terus bertumbuh dan menggapai impian yaitu ingin menjadi polisi atau tentara.
Dengan senyum ceria, Rizky menyampaikan rasa terima kasih kepada Sahabat Baik sembari memperlihatkan kemampuannya bermain skate-board. Kisah Rizky mengajarkan kita untuk tetap semangat menjalani hidup, apa pun tantangan yang dihadapi. Mari terus salurkan kepedulianmu melalui berbuatbaik.id dan jadilah bagian dari senyum serta semangat baru bagi mereka yang membutuhkan.