Ratmin, seorang penjahit dengan keterbatasan fisik akibat polio, menjadi tulang punggung bagi keluarga kecilnya. Seolah belum cukup, Ratmin bertanggung jawab penuh atas perawatan istrinya, Tari, seorang pasien cerebral palsy yang hanya bisa terbaring di tempat tidur. Ratmin juga mengasuh putri kecil mereka, Huma, sejak Tari tak bisa lagi menemani tumbuh kembang anak mereka.
Dalam menjalani kesehariannya, Ratmin harus membagi waktu dan tenaga antara merawat keluarga serta mencari nafkah sebagai penjahit. Dengan keterampilan yang diasah sejak lulus SD itulah, Ratmin menyimpan rupiah demi rupiah untuk menyambung hidup keluarganya. Ratmin memasang tarif Rp 100 ribu untuk satu pasang baju, ongkos yang jelas tidak begitu mahal.
“Saya punya tanggung jawab yaitu istri dan anak. Jadi, walau capek tapi melihat anak bojo seneng, ya jadi ikut seneng. Rasa capek jadi hilang seketika,” kata Ratmin yang sudah mengalami polio sejak usia satu tahun.
Perjuangan Ratmin dan keluarganya mengundang kepedulian para Sahabat Baik untuk turut membantu. Apalagi saat itu order menjahit sedang sepi hingga Ratmin bingung memenui keperluan Tari dan Huma. Melalui donasi di berbuatbaik.id, terkumpul bantuan sebesar Rp 22.200.222 yang digunakan Ratmin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan persiapan Huma masuk PAUD.
Bagi Ratmin dan keluarganya, kebaikan yang diberikan para Sahabat Baik bukan hanya tentang bantuan, tetapi juga tentang harapan untuk terus melangkah. Mari tetap ikuti perjalanan Ratmin dan penerima manfaat Sahabat Baik lainnya melalui website dan media sosial berbuatbaik.id, karena setiap kabar baik adalah cerita yang layak untuk kita nantikan bersama.