Berbagi Kabar & Kegiatan > detail

5 Falsafah Hidup Ala Orang Jepang Patut Dicontoh

5 Falsafah Hidup Ala Orang Jepang Patut Dicontoh
Kamu bisa coba 5 falsafah hidup yang biasa dilakukan orang Jepang untuk memperoleh hidup yang lebih berkualitas.

Tahun sudah berganti, Sahabat Baik tentunya ingin punya kualitas hidup lebih baik di tahun baru ini. Oleh karena itu, kamu bisa coba 5 falsafah hidup yang biasa dilakukan orang Jepang untuk memperoleh hidup yang lebih berkualitas. Mau tahu apa saja? Yuk simak bersama seperti yang dilansir banyak sumber!

1. Hara Hachi Bu

Hara Hachi Bu merupakan pola diet sehat ala Jepang yang diyakini berasal dari kota Okinawa. Pola diet ini menganjurkan kamu untuk makan hingga 80% kenyang dan sisakan ruang kosong pada perut sebanyak 20%. Setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 15-20 menit bagi kamu untuk makan dengan tenang. Hal ini dianjurkan agar kamu tidak mengalami asam lambung saat menjalani diet hara hachi bu.

Foto:Dok. Instagram Chinami

Adapun makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi pada diet ini yakni mulai dari sayur-sayuran, kacang-kacangan, hingga makanan yang punya kadar kalori rendah. Penduduk Okinawa yang banyak menggeluti diet ini telah membuktikan betapa sehat tubuh mereka meskipun usia mereka sudah tak lagi muda. Bahkan beberapa penduduk Okinawa ada yang berusia lebih dari 100 tahun karena menerapkan pola diet hara hachi bu ini.

2. Ikigai

Ikigai merupakan filosofi di mana kamu harus menemukan alasan untuk tetap hidup. Alasan ini yang akan menjadi faktor kamu bangun setiap pagi dan menjalani kehidupan setiap harinya.

Ada banyak cara untuk menerapkan filosofi ikigai ke dalam hidup kamu. Namun cara yang paling mudah adalah dengan melakukan hal yang kamu cintai, yang kamu bisa, yang dibutuhkan oleh dunia, dan melakukan hal-hal sesuai dengan imbalan yang pantas kamu terima. Ikigai dipercaya akan terus memotivasi kamu untuk menjalani kehidupan kamu dengan lebih bermakna.

3. Wabi Sabi

Wabi Sabi dapat diartikan sebagai konsep artistik, filosofi, atau perasaan pribadi yang ditemukan di setiap kebudayaan Jepang. Wabi Sabi dapat disimpulkan sebagai konsep melihat keindahan dari hal-hal yang tidak sempurna. Filosofi ini mengajarkan tentang sesuatu yang dapat menjadi lebih indah ketika mulai memudar atau bertambah usia sehingga terus menciptakan daya tarik baru.

4. Shinrin-yoku

Shinrin-yoku mengajarkan kamu untuk hidup dekat dengan alam. Prinsip ini menganjurkan kamu untuk meluangkan waktu berinteraksi dengan alam sebagai bentuk peningkatan kualitas hidup.

Shinrin-yoku diyakini dapat membantu mengurangi stres, memperkuat imun tubuh, hingga mempercepat proses penyembuhan penyakit.

Foto:Raisha

5. Kaizen

Secara bahasa, kaizen dapat diartikan menjadi dua kata. Kai artinya “berubah”, sementara zen artinya “kebijaksanaan”. Kaizen dapat dimaknai sebagai perubahan dalam hidup yang dilakukan secara bertahap dengan penuh kebijaksanaan.

Prinsip hidup mengajarkan kamu untuk berubah menjadi lebih baik setiap harinya. Perubahan itu tak perlu dimulai dengan hal-hal besar, melainkan perubahan kecil juga memiliki makna tersendiri dalam hidup kamu.

Perubahan seperti ini kamu lakukan dengan mulai sering berbuat baik. Tak perlu sesuatu yang besar, cukup berikan kebaikan kecil. Sebagai contoh, kamu bisa memaknai kebaikan dengan berbagi melalui berbuatbaik.id.

Perbuatan baik ini pun makin sempurna karena donasi kamu 100% diberikan kepada penerima manfaat. Jadi, jangan kamu tunda-tunda lagi dan ayo mulai berbuat baik hari ini dan sekarang juga!