Berbagi Kabar & Kegiatan > detail

3 Kisah Menyayat Hati di Balik Erupsi Gunung Marapi

3 Kisah Menyayat Hati di Balik Erupsi Gunung Marapi
Sebanyak 75 pendaki terjebak di dalamnya. Terakhir, diketahui 23 di antaranya meninggal dunia.

Hari Minggu (3/12) menjadi saat terkelam bagi sekelompok pendaki di Gunung Merapi, Sumatera Barat. Tepatnya pukul 14.54 WIB gunung ini mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 3 kilometer. Erupsi terjadi sebanyak 46 kali dalam waktu 2 hari. Sebanyak 75 pendaki terjebak di dalamnya. Terakhir, diketahui 23 di antaranya meninggal dunia.

Tragedi ini pun viral dan menuai banyak kisah haru, heroik, hingga menyayat hati dari para korban. Berikut beberapa kisahnya yang telah dirangkum dari beberapa sumber.

Foto:ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

1. Selamatkan Nyawa Teman Sebelum Dirinya

Kisah pertama datang dari Muhammad Adan (21) yang menyelamatkan 3 nyawa sebelum pada akhirnya ia meninggal dunia. Mahasiswa asal Universitas Islam Riau ini sempat mengirimkan lokasi terakhirnya saat gunung masih erupsi. Melansir dari detiksumut, dirinya berupaya untuk menolong temannya agar tidak terperosok ke jurang.

“Informasi kami dapat bahwa almarhum ini di atas bukit menolong temannya tiga orang yang mau masuk jurang. Sementara, almarhum mau masuk jurang juga, kakinya patah,” kata Sudirman, paman korban.

2. Aroma Harum dari Jenazah Hafiz Quran

Semasa hidupnya, Frengki Candra Kusuma dikenal keluarga dan teman-temannya sebagai sosok yang baik hati. Teman Frengki, Desi, juga menuturkan bahwa dulu ia sering kali membantu anak-anak di kampungnya untuk belajar mengaji dan menceritakan dirinya adalah seorang hafiz Alquran. Jenazah Frengki yang mengeluarkan aroma harum ini diakui oleh teman-temannya yang turut mengurus jenazah dan juga oleh tim relawan evakuasi.

Foto:Foto Frengki Candra Kusuma semasa hidup. (dok pribadi)

“Sampai setelah dimandikan, aroma wangi di tubuh almarhum masih melekat. Mungkin mukjizat dari Allah yang menunjukkan Frengki adalah orang yang baik semasa hidupnya,” jelas Desi.

“Kami yang di atas saat membantu evakuasi jasad korban juga merasakan aroma itu. Aromanya sangat wangi dikeluarkan di tubuh Frengki,” kata Fajar, seorang relawan KSR PMI Universitas Negeri Padang.

3. Mahasiswi Ini Tewas 3 Hari Jelang Wisuda

Siska Afrina merupakan korban terakhir yang berhasil dievakuasi. Jasadnya baru teridentifikasi 3 hari sebelum dirinya wisuda. Berbagai ucapan belasungkawa datang dari teman-temannya. Universitas Negeri Padang juga telah menayangkan foto beserta nama dan gelarnya di auditorium universitas.

“Terima kasih sudah menjadi manusia baik selama hidup kamu, semoga kebaikanmu menjadi ladang pahala dan amal jariah bagimu cikk, aamiin. Selamat jalan sahabat terbaikku, semoga beristirahat dengan tenang,” tulis sahabatnya melalui akun TikTok @srilidyarahmadani

Foto:Jeka Kampai/detikSumut

Sahabat Baik, mari panjatkan doa untuk para korban bencana Gunung Marapi agar ditempatkan di sisi terbaik-Nya dan agar keluarga korban diberikan ketabahan.

Beberapa kisah tersebut dapat kita jadikan pelajaran, salah satunya adalah bentuk kepedulian yang dimiliki oleh Almarhum Adan yang berkorban untuk menolong teman-temannya.

Bentuk kepedulian dan menolong sesama bisa dilakukan melalui berbuatbaik.id. Donasi yang kamu berikan akant ersalurkan 100% tanpa potongan sedikit pun.

Yuk, terus menolong saudara-saudara kita di luar sana yang membutuhkan! Aksi kecilmu berarti untuk mereka.