Sahabat Baik, masih ingat Nenek Tami? Di usia 70 tahunan, Nenek Tami masih harus menghidupi diri sendiri dengan menjual aneka gorengan. Dia juga mengalami katarak, sehingga tidak bisa melihat dengan jelas.
Namun, kepedulian Sahabat Baik melalui donasi sebesar Rp 14.321.011 telah mengubah kehidupan Nenek Tami. Dia mulai bisa kembali melihat melalui kontrol teratur dan tindakan operasi untuk memulihkan kesehatan matanya.
"Alhamdulillah dari pemeriksaan dokter memang membaik dan mulai sedikit bisa melihat. Memang sebelumnya butuh biaya ke dokter untuk kontrol. Dana yang terkumpul memang dimaksimalkan untuk membantu Nenek Tami," kata Sahardi relawan berbuatbaik.id yang menjadi wali Nenek Tami.
![]() |
Selain untuk pengobatan, Nenek Tami menggunakan donasi tersebut sebagai modal jualan aneka makanan kecil. Menurut Sahardi, sebelumnya Nenek Tami menjual gorengan produksi orang lain sehingga keuntungan yang diperoleh terbatas.
Dengan menjual aneka gorengan hasil sendiri, Nenek Tami bisa menikmati sendiri keuntungan kerja kerasnya. Dia bisa memutar sendiri roda perekonomiannya tanpa bergantung pada pihak lain.
Donasi Sahabat Baik juga dibelikan berbagai keperluan rumah tangga misal lemari, kipas, penanak nasi, dan kasur. Perlengkapan ini bisa membantu Nenek Tami hidup lebih praktis dan nyaman dalam rumahnya di Koja, Jakarta Utara.
Nenek Tami adalah contoh nyata betapa berartinya sedikit donasi dari para Sahabat Baik. Terima kasih atas kepedulian dan uluran kasihnya pada Nenek Tami, meski belum tentu kenal secara pribadi. Jangan lupa terus berbagi di berbuatbaik.id yang 100% tersalurkan.