Kembali

Pasutri Renta Jadi Sandaran Hidup Anak Berkebutuhan Khusus dan Buta

Rp 48.562.388
97.124776% Complete
Terkumpul dari Rp 50.000.000,-
Donasi Sekarang
Donasi Sekarang

Kepala Aris menggeleng-geleng dan senyumnya langsung merekah seketika campur sari diperdengarkan. Di sisinya sang ibu Wagiyem (70) sibuk membungkus kedelai untuk difermentasikan menjadi tempe.

Wagiyem menemani Aris kalau-kalau anaknya ini butuh sesuatu. Aris tidak bisa melakukan semuanya sendiri, karena Aris adalah anak berkebutuhan khusus dan juga buta. Selain itu, Aris pun tidak bisa berjalan, sehingga Wagiyem dan ayahnya, Warjito, harus menggendong Aris.

Padahal umur Aris sudah 27 tahun dengan bobot yang cukup berat dibandingkan dengan Wagiyem dan Warjito yang sudah memasuki usia lansia. Namun, kasih sayang orangtua jadi kekuatan keduanya untuk terus memenuhi kebutuhan Aris. Ya, sejak pagi buta pasutri ini sudah mengangkut hasil tempe untuk dijual ke pasar. Mereka pun kadang harus menempuh jalan yang lumayan terjal dan licin jika hujan turun.

Harga tempe yang dijual pun benar-benar murah hanya Rp 250 dan tempe koro hanya Rp 500 per bungkusnya. Sehingga keuntungannya pun tidak begitu banyak, hanya Rp 50 ribu dalam 5 hari. Kondisi keluarga ini semakin menyedihkan karena mereka hidup di rumah yang sudah reot dan miring.

Di beberapa sisi rumah ada sambungan-sambungan rumah yang diikat seadanya agar rumah tetap berdiri. Rumah ini pun masih beralaskan tanah. Hal ini tentu memprihatinkan karena Aris suka berpindah tempat dengan cara mengesot.

Petugas Puskesmas Purwosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, Ranto Khawator yang sering mengecek Aris di rumahnya mengatakan rumah yang ditinggali Aris tidaklah sehat untuk dia yang berkebutuhan khusus.

“Sebenarnya kalau Mas Aris yang sangat mendesak lantai, terus ventilasi itu saja, Masalahnya kalau lantainya tidak diperhatikan nanti infeksi saluran pernapasan, TBC, dan lain sebagainya. Itu mudah sekali menyerang anak-anak yang berkebutuhan khusus seperti Mas Aris ini,” kata Ranto ke tim berbuatbaik.id

Namun mau bagaimana lagi, dengan kondisi yang serba terbatas, Wagiyem dan Warjito hanya bisa pasrah dan berusaha untuk tidak menyerah. Sahabat baik, keluarga ini membutuhkan kebaikan hati kalian untuk terus melanjutkan hidup.

Kamu bisa mengulurkan tanganmu, cukup dengan klik tombol Donasi sekarang juga. Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan.

Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang diikuti, berikut update terkininya.

Jika berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!